Program JKN jadi harapan saat pensiun bagi Suradi

id bpjs kesehatan,sleman,program JKN, terbantu, serangan jantung,gagal ginjal,suradi

Program JKN jadi harapan saat pensiun bagi Suradi

Suradi, peserta BPJS Kesehatan tengah menjalani cuci darah. ANTARA/Nur Istibsaroh

Yogyakarta (ANTARA) - Usia Suradi sudah menginjak 65 tahun, raut wajahnya ramah, dan tak terlihat sedikit pun keluhan, meski di balik ketenangan itu, ia tengah menjalani perjuangan yang tidak ringan yakni hidup dengan gagal ginjal.

Sudah dua tahun ini Suradi menjalani cuci darah atau hemodialisis secara rutin dua kali dalam seminggu.

“Alhamdulillah, setiap selesai cuci darah, badan rasanya lebih enteng,” ucapnya dengan senyum saat ditemui Selasa (27/05).

Suradi merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan telah mengakhiri masa tugasnya pada 2018. Selama aktif bekerja, ia mengaku nyaris tidak pernah sakit serius.

“Dulu masih pakai Askes kemudian berubah jadi BPJS Kesehatan. Waktu masih kerja, saya tidak pernah pakai Askes maupun Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Badan sehat, karena olahraga terus,” kata Suradi sembari menceritakan dulunya ia aktif mengikuti berbagai jenis olahraga mulai dari bulutangkis, tenis meja, hingga voli.

Baca juga: Cuci Darah terjangkau dengan Program JKN

Perubahan datang setelah pensiun, rutinitas fisik yang dulu begitu aktif perlahan mengendur. Olahraga tidak lagi rutin dan aktivitas di luar rumah juga berkurang.

“Mungkin karena tidak olahraga, saya jadi kurang berkeringat. Ditambah lagi, dulunya juga suka minum suplemen penambah stamina. Perkiraan saya, itu penyebabnya (penyakit gagal ginjal yang dideritanya,red.),” katanya lirih.

Beberapa waktu kemudian, tubuhnya mulai terasa lemah dan dokter mendiagnosisnya menderita gagal ginjal yang mengharuskan dirinya cuci darah sebagai rutinitas penting dalam hidupnya.

“Sekarang ini, yang penting saya kontrol, minum obat, dan tetap jaga semangat,” kata ayah dari dua anak dan dua cucu ini.

Beruntung, ia telah lama menjadi peserta JKN. Saat ini, ia terdaftar di kelas 1.

Baca juga: Gotong royong Program JKN bebaskan beban Desi Lembah Hati

“Kalau tidak ada Program JKN, saya tidak tahu harus bagaimana. Biaya cuci darah itu tidak sedikit. Saya dan istri sama-sama pensiunan. Istri sebelumnya, guru TK. Penghasilan pas-pasan. Program JKN ini benar-benar penyelamat,” katanya penuh syukur.

Dari dua tahun selama dirinya menjalani cuci darah, setiap minggunya dua kali, kontrol ke rumah sakit, obat-obatan yang harus dikonsumsi, Suradi berhitung dengan kondisi keuangannya, ia mengakui tidak akan mampu memenuhi semuanya.

Oleh karenanya, Suradi mengaku sangat bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan yang telah menjadi sandaran bagi dirinya.

Ia menyebutkan bahwa bukan hanya dirinya yang terbantu. Istrinya pun menggunakan JKN untuk berobat sendi tangan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat dari rumah.

“Istri sehat, hanya sesekali ke puskesmas, biasanya kontrol sendi tangannya yang sakit, seluruhnya juga gratis karena jadi peserta BPJS Kesehatan. Alhamdulillah,” cerita Suradi.

Baca juga: BPJS Kesehatan permudah layanan di MPP

Dua anaknya pun sudah terdaftar sebagai peserta JKN, salah satunya dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.

Merasa terbantu dengan Program JKN, Suradi pun sering berbagi pengalaman pribadinya kepada orang lain. Apalagi, ia dipercaya sebagai pengurus RT di lingkungannya. Dari sanalah Suradi selalu berbagi betapa pentingnya menjadi peserta JKN.

“Saya selalu mengingatkan warga agar ikut Program JKN. Jangan tunggu sakit dulu,” kata Suradi yang mengaku tak segan-segan “mengejar-ngejar” warganya agar mendaftarkan diri.

Upaya yang dilakukan Suradi berbuah manis, saat ada tetangganya yang terkena serangan jantung.

“Untung dia sudah ikut Program JKN, kalau tidak, dia sendiri bilang: sawahnya bisa dijual buat biaya rumah sakit,” cerita Suradi.

Baginya, JKN bukan sekadar kartu, tapi jaring pengaman hidup tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan.

“Saya tahu masih banyak yang belum paham. Tapi pengalaman saya sudah cukup membuktikan bahwa program ini nyata, sangat membantu,” tutup Suradi.

Baca juga: Layanan kelas 2 rasa VIP gunakan Program JKN

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.