Yogyakarta (ANTARA) - Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen membentuk karakter anak yang berkualitas, berprestasi, serta berwawasan luas.
Sejak tahun 2005 lalu, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) hadir di dunia pendidikan.
"Banyak hal yang telah dilakukan untuk turut serta mencetak generasi emas dari tengah kota hingga pelosok desa," kata Ketua Himpaudi DIY Zamzami Ulwiyati Darojat di Yogyakarta, Sabtu, dalam rilisnya.
Ia mengungkapkan Himpaudi merupakan organisasi profesi yang bermutu dalam mewujudkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Indonesia yang profesional pada 2027. Kualitas, pengetahuan, keterampilan dan kreativitas pendidik ditempa sebelum akhirnya turun ke peserta didik.
“20 tahun hadir di dunia pendidikan, Himpaudi terus berproses dan menunjukkan semangatnya untuk menjadi insan pendidik yang profesional,” tutur Zamzami Ulwiyati Darojat, saat pelaksanaan HUT ke-20 Himpaudi di kompleks UNY.
Di ulang tahun yang ke 2 dekade ini, Himpaudi memiliki tekad yang kuat untuk meningkatkan layanan dan kualitas pendidikan di Indonesia. Adapun dalam perayaan HUT Himpaudi ini, untuk di DIY diselenggarakan Talkshow dan Gelar Budaya yang bertajuk “Membersamai PTK PAUD Wujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan-Mendidik Generasi Emas dengan Pola Pikir Bertumbuh”.
Kegiatan yang digelar di kompleks Universitas Negeri Yogyakarta ini akan dihadiri oleh 5.021 pendidik dan tenaga kependidikan PAUD se DIY dan dari luar DIY. Sebelum talk show yang menghadirkan GKR Hemas serta anggota DPR RI MY Esti Wijayanti sebagai keynote acara, akan diadakan gelar budaya penampilan dari para pendidik PAUD se DIY.
“Pada prinsipnya, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan pendidik dan tenaga kependidikan. Disamping itu juga meningkatkan kompetensi, rasa kebersamaan serta solidaritas, menguatkan karakter pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia, serta mendukung gerakan tujuh pembiasaan anak Indonesia hebat,” jelasnya.
“Penampilan pendidik PAUD ini menunjukkan bahwa pendidik anak usia dini dituntut untuk bisa kreatif, inovatif dalam segala hal. Termasuk saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas, harus bisa membawa anak menikmati dan senang dengan kegiatan. Pendidik PAUD itu luar biasa lho, komunikatif harus serba bisa. Kalau bahasa Jawanya iso momong, ngemong, lan ngayomi,” katanya.
Dengan peringatan HUT ke 20 ini, diharapkan nantinya dapat memperkokoh jalinan sinergi organisasi HIMPAUDI menjadi organisasi yang profesional dan bermartabat, Meningkatnya wawasan, strategi praktis dan inspirasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini, orangtua, dan pemangku kepentingan dalam membentuk karakter melalui pola pikir bertumbuh, serta mendukung gerakan tujuh pembiasaan anak Indonesia hebat.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, perjuangan yang dilalui oleh para pendidik selama ini tidaklah mudah . Meski sudah bekerja keras dalam memberikan pendidikan karakter dengan tantangan yang bermacam-macam di lapangan, namun untuk kesetaraan dan kesejahteraannya masih minim. Sehingga masih memerlukan perjuangan yang lebih ekstra lagi untuk bisa meningkatkan kesejahteraan yang layak.
“Di tengah perkembangan zaman dan kondisi seperti ini, selain untuk mewujudkan kualitas dan profesionalitas kami juga berusaha semaksimal mungkin untuk Meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Maka dari itu kami berupaya untuk menjalin komunikasi yang baik pemerintah kabupaten, pemerintah daerah, pemerintah pusat hingga dewan perwakilan rakyat untuk bisa mengupayakan kesejahteraan yang maksimal,” pungkasnya.
