Seluruh DPC Gerindra di DIY gelar doa dan bakti sosial pada HUT ke-18

id Gerindra DIY,HUT Ke-18,Yogyakarta,DWS,Danang

Seluruh DPC Gerindra di DIY gelar doa dan bakti sosial pada HUT ke-18

Ketua DPD Partai Gerindra DIY Danang Wicaksana Sulistya. (ANTARA/HO-Tim Media DPD Gerindra DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra se-Daerah Istimewa Yogyakarta memilih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 partai secara sederhana karena suasana keprihatinan nasional dengan kegiatan doa bersama dan bakti sosial.

Ketua DPD Partai Gerindra DIY Danang Wicaksana Sulistya di Yogyakarta, Kamis, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-18 disesuaikan dengan kondisi bangsa yang masih diliputi suasana duka di sejumlah daerah.

“Beberapa wilayah di Indonesia sedang menghadapi masa sulit. Karena itu, kami memilih memperingati HUT dengan doa dan bakti sosial. Ini wujud empati, solidaritas, sekaligus kepedulian kami kepada sesama,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa DWS ini .

Peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra diperingati tanpa kemeriahan, peringatan tahun ini diisi dengan doa bersama dan aksi bakti sosial di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.

Bagi Gerindra DIY, lanjut Danang, peringatan ulang tahun bukan semata perayaan, melainkan momentum untuk meneguhkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Ia menuturkan, usia 18 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan sebuah organisasi. Dalam falsafah Jawa, kedewasaan bukan hanya diukur dari usia, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Dalam pitutur Jawa dikenal ungkapan urip iku urup, hidup itu harus memberi cahaya. Di usia ke-18 ini, Gerindra ingin semakin menghadirkan manfaat dan keteduhan bagi masyarakat,” kata DWS.

Menurut dia, peringatan ulang tahun partai seharusnya menjadi ruang refleksi, bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kepekaan sosial dan mempererat ikatan dengan masyarakat.

“Kami ingin Gerindra semakin dewasa dalam bersikap dan bertindak. Semakin rendah hati, semakin dekat dengan rakyat, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Kegiatan doa bersama dan bakti sosial dilaksanakan secara bertahap oleh seluruh DPC Gerindra se-DIY, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Ragam kegiatan yang dilakukan antara lain doa lintas keyakinan, pembagian bantuan sosial, hingga aksi kemanusiaan yang menyasar kelompok rentan.

Bagi DWS , langkah tersebut merupakan cerminan prinsip tepa selira dan andhap asor, nilai kearifan Jawa yang mengajarkan empati, kesederhanaan, serta sikap saling menghormati.

“Gerindra ingin selalu hadir bukan hanya saat kontestasi politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan,” tuturnya.

DWS menambahkan, perjalanan 18 tahun partai menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada struktur dan kekuasaan, tetapi juga pada kepercayaan rakyat.

“Delapan belas tahun adalah usia kedewasaan. Kami ingin terus berjalan bersama rakyat, menguatkan dari hati, dan menjaga semangat gotong royong demi Indonesia yang lebih baik,” pungkas DWS.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.