Jakarta (ANTARA) - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD membantah unggahan di media sosial terkait aksi penamparan yang dilakukan oleh Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi terhadap salah seseorang di Istana Negara.
Akun Instagram resmi penerangan Kopassus @penkopassus mengunggah video berisi pernyataan bahwa unggahan terkait penamparan tersebut adalah hoaks.
Berdasarkan keterangan yang ada dalam video itu disebutkan bahwa informasi tersebut sengaja disebar oleh pihak tertentu dengan niatan buruk.
"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," seperti dikutip dalam keterangan video tersebut.
Pihak Kopassus pun mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dan terhasut dengan berita hoaks tersebut.
"Jangan jadi penyebar hoaks, pastikan selalu cek kebenaran informasi dari sumber resmi dan terpercaya," sebut penkopassus.
Untuk diketahui, beredar unggahan di media sosial bahwa Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi menampar seseorang di Istana Negara beberapa hari lalu karena tidak diberi kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kopassus: Kabar penamparan yang dilakukan Pangkopassus adalah hoaks
