Gunung Kidul targetkan jadi sentra sapi putih
Kamis, 25 September 2014 16:27 WIB
Ilustrasi (Foto Antara)
Gunung Kidul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan daerahnya menjadi sentra sapi putih atau peranakan Ongole (PO) pada 2015.
Sekarang sedang dilakukan peningkat jumlah straw (bibit mani beku) sapi PO dan petugas inseminator buatan (IB), kata Kepala Dinas Peternakan Gunung Kidul Krisna Berlian di Gunung Kidul, Kamis.
"Upaya ini dilakukan agar mayarakat mudah mendapatkan bibit jenis PO," ujarnya.
Ia mengatakan, tahap awal pengembangan sapi jenis PO akan dikembangkan di dua kecamatan yakni Playen dan Wonosari. "Ada 20 kelompok ternak yang dijadikan percontohan," katanya.
Dari total populasi 140 ribu ekor sapi, 80 ribu di antaranya jenis peranakan Ongole (PO). "Tahun depan, kami menargetkan populasi sapi jenis PO meningkat sebesar 5-7 persen," kata Krisna.
Menurut dia, sapi jenis PO merupakan ternak asli Gunung Kidul dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sapi jenis lainnya. Adapun keunggulannya yakni mudah beradaptasi dengan lingkungan, memiliki daya tahan lebih kuat, reproduksi lebih baik, dan tidak boros makanan. "Sapi jenis PO memiliki berbagai keunggulan dibandingkan jenis sapi simetal dan limosin," katanya.
Krisna mengatakan, nantinya sapi yang dikembangkan oleh kelompok ternak memiliki sertifikat berupa surat keterangan layak bibit (SKLB) sehinggamenghasilkan sapi yang berkualitas tinggi dipasaran. "Nantinya, sapi PO yang sudah bersertifikat, tingkat keekonomisannya meningkat," kata dia.
(KR-STR)
Sekarang sedang dilakukan peningkat jumlah straw (bibit mani beku) sapi PO dan petugas inseminator buatan (IB), kata Kepala Dinas Peternakan Gunung Kidul Krisna Berlian di Gunung Kidul, Kamis.
"Upaya ini dilakukan agar mayarakat mudah mendapatkan bibit jenis PO," ujarnya.
Ia mengatakan, tahap awal pengembangan sapi jenis PO akan dikembangkan di dua kecamatan yakni Playen dan Wonosari. "Ada 20 kelompok ternak yang dijadikan percontohan," katanya.
Dari total populasi 140 ribu ekor sapi, 80 ribu di antaranya jenis peranakan Ongole (PO). "Tahun depan, kami menargetkan populasi sapi jenis PO meningkat sebesar 5-7 persen," kata Krisna.
Menurut dia, sapi jenis PO merupakan ternak asli Gunung Kidul dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sapi jenis lainnya. Adapun keunggulannya yakni mudah beradaptasi dengan lingkungan, memiliki daya tahan lebih kuat, reproduksi lebih baik, dan tidak boros makanan. "Sapi jenis PO memiliki berbagai keunggulan dibandingkan jenis sapi simetal dan limosin," katanya.
Krisna mengatakan, nantinya sapi yang dikembangkan oleh kelompok ternak memiliki sertifikat berupa surat keterangan layak bibit (SKLB) sehinggamenghasilkan sapi yang berkualitas tinggi dipasaran. "Nantinya, sapi PO yang sudah bersertifikat, tingkat keekonomisannya meningkat," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor : Masduki Attamami
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dishub Gunung Kidul targetkan pemasangan meteran LPJU di 300 titik
21 September 2021 19:09 WIB, 2021
Satker PJN DIY targetkan ruas JJLS di Gunung Kidul tersambung pada 2024
22 March 2021 19:13 WIB, 2021