Yogyakarta (ANTARA) - Realisasi penyerapan gabah dan beras petani Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Selasa (14/4) telah mencapai 101.196,9 ton setara beras yang menunjukkan kinerja positif dalam mendukung program swasembada pangan.
"Bulog DIY terus mengintensifkan penyerapan gabah dan beras petani sebagai bagian dari penugasan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, hingga Selasa (14/4) realisasi penyerapan telah mencapai 101.196,9 ton setara beras," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah, sekaligus mendukung visi besar pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
"Penyerapan gabah dilakukan secara aktif melalui Tim Jemput Pangan yang turun langsung ke sentra-sentra produksi di wilayah DIY dan sekitarnya," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya bersama seluruh jajaran terus berupaya maksimal dalam melaksanakan penugasan pengadaan gabah dan beras.
"Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bulog serta dukungan dari berbagai pihak. Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan penyerapan gabah petani secara optimal guna mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional," katanya
Dedi menambahkan bahwa keberhasilan penyerapan ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang terjalin dengan baik, mulai dari TNI, Polri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah daerah, mitra penggilingan, hingga para petani sebagai produsen utama.
"Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran penyerapan gabah di lapangan," katanya.
Ia juga mengimbau kepada para petani agar menjual gabahnya kepada Bulog, khususnya yang telah memasuki masa panen, dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami mengajak seluruh petani untuk menjual gabah kering panen (GKP) kepada Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Dengan demikian, petani mendapatkan kepastian harga yang layak sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan nasional," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan penyerapan gabah ini tidak hanya memberikan manfaat bagi petani melalui jaminan harga dan kepastian pembelian, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat konsumen.
"Dengan penyerapan yang optimal, Bulog dapat memastikan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga," katanya.
Melalui langkah intensifikasi penyerapan ini, kata dia, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah petani, menyerap hasil panen secara maksimal, serta menjaga keseimbangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.