Lokasi Rafflesia mekar jadi objek wisata

id lokasi rafflesia mekar

Lokasi Rafflesia mekar jadi objek wisata

Bunga Rafflesia Arnoldii (Foto antaranews.com)

Bengkulu (ANTARA Jogja) - Hutan cagar alam Taba Penanjung di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menjadi tujuan wisata dadakan setelah dua bunga Rafflesia arnoldii ditemukan mekar di dalam kawasan itu.

"Sejak mekar pada Minggu (22/7), pengunjung terus berdatangan, karena jaraknya juga sangat dekat dari jalan raya, hanya 10 meter," kata Juanda, penjaga bunga Rafflesia saat ditemui di lokasi bunga mekar, Selasa.

Ia mengatakan dua bunga yang mekar sekaligus merupakan kejadian langka, apalagi jarak antarbunga hanya dua meter.

Informasi tentang bunga mekar yang dipasang di pinggir jalan serta publikasi di media massa baik lokal maupun nasional menambah tingkat kunjungan ke lokasi bunga mekar itu.

"Jumlah pengunjung per hari mencapai ratusan, karena kami tidak menghitung," katanya.

Juanda dan dua rekannya, Ibnu dan Recky yang menjaga bunga itu membuat kotak sumbangan di jalur masuk ke dalam hutan konservasi itu.

Dana yang terkumpul kata dia akan digunakan untuk membeli tenda, agar penjagaan terhadap bunga itu dapat dilakukan 24 jam.

"Kalau tidak dijaga bisa-bisa hilang, karena sudah pernah kejadian dua kali, bunga yang mekar dicuri," katanya.

Tidak hanya ancaman pencurian, tapi bunga langka yang menjadi kebanggaan Bengkulu itu juga rawan pengrusakan.

Untuk meningkatkan jumlah dana yang terkumpul, mereka juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk berfoto bersama bunga tersebut dengan membayar Rp5.000.

"Bisa berfoto dengan bunga, tapi ada syaratnya tidak bisa menyentuh kelopaknya, karena sangat sensitif," ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Yusak, asal Jakarta mengatakan sangat kagum dan terpesona dengan keunikan bunga rafflesia.

"Saya belum pernah melihat langsung, kebetulan sedang ada urusan di Bengkulu, jadi minta diantar ke sini untuk melihat lansung bunga rafflesia," katanya.

Juanda mengatakan dua bunga tersebut masih bisa dinikmati hingga dua hari ke depan.

(KR-RNI)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.