Kemdikbud selenggarakan Festival Permainan Tradisional Anak 2012

id kemdikbud selenggarakan festival permainan

Kemdikbud selenggarakan Festival Permainan Tradisional Anak 2012

Ilustrasi permainan tradisional dakon (Foto belajarsejarah.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan "Festival Permainan Tradisional Anak 2012" pada 16-19 November di Yogyakarta.

Ketua Panitia FPTA 2012, Gendro Nur Hadi, dalam pembukaan acara tersebut di Yogyakarta, Jumat malam, mengatakan penyelenggaraan festival bertujuan membentuk karakter dan penguat jati diri bangsa.

"Kita pada era globalisasi kebanyakan tidak peduli dengan permainan-permainan tradisional. Untuk itu kita mencoba mengingatkan kembali dengan acara ini untuk pertama kalinya di Indonesia," katanya.

Dulu, kata dia, permainan tradisional sering dilakukan pada jam-jam kosong di sekolahan tapi sekarang sudah jarang ditemui.

"Dulu anak-anak akrab dengan permainan-permainan tradisional seperti "dakon" dan "gasing" tapi sekarang sudah jarang kita temui," kata Nur yang juga Direktur Pembinaan Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi itu.

Sasaran utama rangkaian festival itu, kata dia, adalah para guru ajar mata pelajaran kesenian dan kebudayaan di seluruh Indonesia agar dapat mengimplementasikan di sekolah masing-masing.

"Setelah acara ini diharapkan para guru olahraga serta kesenian dapat menularkannya di daerah masing-masing," katanya.

Rangkaian acara terdiri atas lomba permainan tradisional, workshop, dan bazaar permainan tradisional.

"Permainan yang dilombakan benar-benar permainan tradisional seperti gasing, tandem, egrang, dan congklak," katanya.

Acara tersebut, kata dia, akan diikuti delegasi guru dan murid SD dan SMP dari 33 provinsi di Indonesia.

"Sampai saat ini sudah hadir semua kecuali Papua Barat yang belum hadir," katanya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tuan rumah diselenggarakannya acara tersebut menyambut baik inisiatif FPTA tersebut.

"Saya berharap supaya anak-anak kembali mengenal dan memanikan kesenian tradisional karena banyak hal yang dapat diambil lebih dari permainan modern saat ini," kata Sri Sultan.

(KR-LQH)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.