Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat tiga hektare tanaman melon gagal panen akibat banjir beberapa waktu lalu dengan total kerugian Rp60 juta.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Minggu, mengatakan hujan deras yang mengguyur Kulon Progo beberapa waktu lalu mengakibatkan 1.096 hektare tanaman padi dan 10 hektare tanaman melon terendam air.
"Dari 1.096 hektare tanaman padi yang terendam air, hanya dua hetkare yang gagal panen. Untuk tanaman melon, dari 10 hektare, tiga hektarenya gagal panen dan sisanya masih dapat diperbaiki," kata Bambang.
Ia mengatakan 10 hektare tanaman melon yang terendam banjir berada di bulak Depok dan Kanoman, Kecamatan Panjatan.
Total kerugian untuk tanaman melon yang mati tersebut per hektare sekitar Rp 20 juta. Sehingga kerugian untuk keseluruhan tiga hektare yang gagal panen mencapai Rp 60 juta.
"Tanaman melon kalau terendam tiga hari dapat diselamatkan. Untuk tujuh hektare tanaman melon yang masih dapat diselamatkan dan tidak bisa berkembang maksimal, kami sudah menyiapkan bantuan ganti bibit," kata dia.
Adapun untuk tanaman padi, lanjut Bambang, yang sempat tergenang banjir seluas 1.096 hektare. Namun air surut setelah dua hingga tiga hari dan hanya beberapa titik yang mengalami puso.
"Memang ada beberapa titik yang mengalami puso, tapi relatif kecil, tidak ada dua hektare. Yang puso ini usia 1-30 hari, tapi relatif kecil, ada di Galur dan Wates," kata dia.
Ia mengatakan dari 1.096 ha tanaman padi yang sempat terendam banjir tersebut terdiri dari 360 hektare yang sudah siap panen dan sisanya umur 1-30 hari. Bagi yang siap panen, berdampak turunnya kualitas gabah. Sedangkan yang berumur 1-30 hari paling banyak hanya berdampak terhambatnya pertumbuhan tunas.
Sebelumnya, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Tri Hidayatun mengatakan, berdasarkan pendataan saat terjadinya banjir Jumat (20/12), total tanaman padi yang terendam mencapai 1.096 hektare.
Luas tanaman padi yang terendam tersebut tersebar di Kecamatan Lendah, Galur, Wates, Panjatan dan Temon.
(KR-STR)
