Yogyakarta (Antara Jogja) - Pasar seni dan kerajinan Yogyakarta XT-Square mulai mengelola aset tambahan yakni gedung Blok C2 yang akan dimanfaatkan untuk kios oleh-oleh makanan khas Yogyakarta.
"Pada pekan ini, gedung C2 sudah diserahkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta ke kami. Manajemen sedang melakukan inventarisasi kerusakan-kerusakan yang ada," kata Direktur Operasional dan Pemasaran BUMD Jogjatama Vishesha selaku pengelola XT-Square Widihato Wasana Putra di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, manajemen sudah menemukan beberapa kerusakan di antaranya kanopi, rembesan air dan lampu penerangan mati. Seluruh biaya perbaikan akan menjadi tanggung jawab manajemen.
Widihasto mengatakan, manajemen akan menentukan skala prioritas perbaikan karena di beberapa bagian lain juga mengalami kerusakan dan perbaikan dilakukan bertahap.
"Dana yang kami miliki terbatas, apalagi tahun ini tidak ada dukungan biaya apapun dari Pemerintah Kota Yogyakarta," katanya.
Gedung Blok C2 sudah selesai dibangun bersamaan dengan pembangunan gedung blok lain di XT-Square. Namun, karena biaya pembangunan berasal dari APBN, maka penyerahan gedung C2 ke manajemen membutuhkan proses birokrasi yang cukup lama.
"Kami juga sudah menawarkan ke beberapa produsen oleh-oleh makanan agar mereka bisa membuka kios di sini. Ada yang berminat, tetapi ada juga yang menyatakan akan pikir-pikir dulu," katanya.
Total kios di Blok C2 tercatat sebanyak 64 unit dengan rata-rata luasan per kios adalah 3x3 meter. Apabila kios akan dimanfaatkan untuk kios oleh-oleh makanan, maka manajemen harus merombak kios sehingga bisa lebih luas.
"Produsen oleh-oleh makanan tentu membutuhkan tempat yang lebih luas. Mereka tidak mungkin hanya menyewa satu kios saja, tetapi bisa lebih," katanya.
Namun demikian, Widihasto belum dapat memastikan waktu operasional kios di Blok C2. "Kami juga akan membangun jalan penghubung dari Blok C1 atau blok kerajinan ke Blok C2 untuk memudahkan akses pengunjung," katanya.
Lokasi antarberbagai bangunan di XT-Square yang saling terpisah, lanjut Widihasto, menjadi salah satu penyebab masih sepinya pengunjung ke pasar tersebut.
XT-Square adalah pasar yang dikonsep sbagai lokasi wisata baru di Kota Yogyakarta yang menawarkan wisata belanja barang kerajinan khas Yogyakarta, hiburan kesenian dan wisata kuliner.
Sementara itu, Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana mengatakan, sudah menyerahkan gedung Blok C2 ke manajemen XT-Square sehingga tanggung jawab pemeliharaan sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen.
"Sudah ada penyerahan bangunan. Penyerahan gedung membutuhkan waktu karena pembangunan dibiayai oleh APBN. Harus ada penyerahan dari pusat ke kota terlebih dulu," katanya.
(E013)
