Logo Header Antaranews Jogja

Disbudparpora Kulon Progo kembangkan empat objek wisata

Selasa, 1 April 2014 11:51 WIB
Image Print
Kawasan objek wisata Waduk Sermo di Kulon Progo (mpkd.ugm.ac.id)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan percepatan pengembangan empat objek wisata di wilayah ini.

Kasi Objek Sarana dan Prasarana Pariwisata Disbudparpora Kulon Progo Kuat Tri Utama di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pihaknya sedang fokus pengembangan empat titik objek wisata yang akan dikembangkan.

"Empat objek wisata ini yakni Waduk Sermo, Gua Kiskendo, Suroloyo dan Kawasan Banjaroya-Sendongsono. Untuk pengembangan objek wisata ini, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo telah bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata DIY," kata Tri.

Dia mengatakan dalam rangka pengembangan objek wisata Suroloyo dan kawasan Banjaroya, Pemda DIY memberikan anggaran untuk pelebaran jalan menuju objek wisata.

"Rencananya, tikungan-tikungan menuju objek wisata diratakan dan jalan diperlebar. Hal bertujuan, bus-bus pariwisata dapat menuju lokasi. Saat ini, jalan menuju Suroloyo dan Sedangsono masih didominasi kendaraan pribadi," kata Tri.

Sementara itu, kata dia, dalam rangka pengembangan dan penataan objek wisata Waduk Sermo, Pemkab Kulon Progo akan membuat nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Balai BesarWilayah SungaiSerayu Opak (BBWSSO).

"Setelah ada MoU, akan kami tindaklanjuti dengan pembuatan rencana detail teknis pembangunannya. Saat ini, kami sedang menyusun draf MoU. Diharapkan dua atau tiga bulan kedepan, MoU sudah ditandangani," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan Dispar DIY juga telah menganggarkan Rp1,1 miliar untuk pengembangan Gua Kiskendo dan Suroloyo pada 2014 ini.

Pengembangan Gua Kiskendo dianggarkan sebesar Rp500 juta untuk membangun kios kuliner, jogging track, dan mushola. Sedangkan anggaran Rp600 juta untuk pengembangan Suroloyo digunakan untuk pembuatan lahan parkir dan panggung terbuka.

"Pada 2013, pendapatan retribusi objek wisata di wilayah utara mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sebelum 2013, retribusi hanya mencapai Rp2 juta pertahun, pada 2013 mencapai Rp30 juta. Pada 2014 ini, kami mentargetkan mencapai R40 juta," kata dia.
(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026