Pemkot: pedagang bisa manfaatkan selasar Pasar Klithikan

id pasar klitihan yogya

Pemkot: pedagang bisa manfaatkan selasar Pasar Klithikan

Pasar Klithikan Kota Yogyakarta (foto yogyakarta.panduanwisata.com

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pengelolaan Pasar Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mempersilakan pedagang Pasar Klithikan yang menjadi korban kebakaran pada Jumat dini hari, memanfaatkan selasar pasar untuk berjualan selama menunggu perbaikan.

"Pedagang diizinkan untuk memanfaatkan selasar sembari menunggu perbaikan. Bagaimanapun juga, mereka tetap harus berjualan," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang di Yogyakarta, Jumat.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 80 kios di Blok B dari los 1 hingga 9 Pasar Klithikan yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto Wirobrajan. Blok tersebut biasanya digunakan pedagang untuk berjualan onderdil kendaraan bermotor, barang elektronik, helm dan pakaian.

Saat ini, lanjut Maryustion, paguyuban pedagang bersama Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta sedang melakukan inventarisasi barang-barang yang ikut terbakar untuk menentukan jumlah kerugian.

"Sedangkan untuk penyebab kebakaran masih diselidiki oleh Puslabfor Polri. Dugaan sementara, kebakaran ini disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik," katanya.

Maryustion mengatakan Pasar Klithikan adalah pasar baru sehingga instalasi listrik yang dipasang pun sudah memenuhi standar. "Jika terjadi kebakaran yang disebabkan listrik, maka hal tersebut dimungkinkan disebabkan oleh perilaku yang kurang hati-hati dalam memanfaatkan tenaga listrik yang ada," katanya.

Peralatan pemadam kebakaran, lanjut Maryustion, juga sudah tersedia yaitu alat pemadam api ringan (APAR). Peralatan tersebut juga sudah digunakan untuk memadamkan api namun karena api sudah terlalu besar, maka api tidak bisa dipadamkan dengan peralatan itu.

Maryustion mengatakan pegawai dan petugas keamanan pasar sudah memperoleh latihan pemadaman api. "Nantinya, pelatihan juga akan diikuti oleh pedagang. Kebakaran ini menjadi pembelajaran untuk semua," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta semua pihak tidak saling menyalahkan atas kejadian kebakaran tersebut.

"Semua pihak harus menjadikan hal ini sebagai pembelajaran. Pedagang dipersilakan untuk membersihkan lokasi asalkan tetap hati-hati agar tidak mengganggu penyelidikan penyebab kebakaran oleh Puslabfor," katanya.

Haryadi pun berharap ada pelatihan kepada pedagang mengenai cara pencegahan kebakaran dan penanggulangannya.

Sementara itu Sekretraris Paguyuban Pedagang Pasar Klithikan, Joko Kristianto mengatakan seluruh pedagang memilih libur pascakejadian kebakaran tersebut. Pedagang yang tidak terdampak diperkirakan mulai berdagang pada Sabtu (20/9).

"Kami juga belum bisa melakukan pembersihan lokasi kebakaran, karena masih ada garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dari kepolisian," katanya.

Berdasarkan hasil perkiraan pedagang, kerugian akibat kejadian kebakaran tersebut mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Saat kejadian kebakaran, Joko mengatakan tidak ada pedagang yang berada di pasar karena seluruh pedagang sudah pulang sekitar pukul 22.00 WIB

(E013)

Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar