Peluang investasi wisata Bukit Menoreh dibuka

id bukit menoreh,kulon progo

Bukit Menoreh (Foto ikanmasteri.com) (ikanmasteri.com)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka peluang investasi sektor wisata di kawasan Bukit Menoreh seiring pengembangan Kawasan Sendangsono-Suroloyo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo, Selasa, mengatakan Bedah Menoreh merupakan program pemerintah pusat dan pemkab yang berada di perbukitan Menoreh.

Rencana pengembangan jalur Bedah Menoreh sepanjang 63,6 km akan menghubungkan New Yogyakarta International Airport dengan Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) Borobudur.

"Untuk itu, kami membuka peluang investasi sebesar-besarnya di bidang pariwisata, khususnya di kawasan Bukit Menoreh," kata dia.

Ia mengatakan program Bedah Menoreh diwujudkan dalam pengembangan Kawasan Sendangsono-Suroloyo, meliputi pengembangan Blok Kawasan Suroloyo, Blok Kawasan Sedangsono dan Blok Penghubung Suroloyo-Sendangsono.

Pengembangan Blok Kawasan Suroloyo meliputi koridor penghubung antara Puncak Suroloyo dan Kebun Teh Nglingo. Blok ini sebagai kawasan rekreasi dengan kawasan budaya dan religi akan dibangun ruang parkir, jalur pedestrian, papan reklame, area souvenir dan makanan, shelter transportasi umum, gerbang dan landmark.

Pengembangan Blok Kawasan Sedangsono meliputi koridor penghubung antara Puncak Suroloyo dan Embung Tonogoro. Selain itu, ada Gereja Promasan yang merupakan satu rangkaian wisata dengan Sendangsono. Blok ini sebagai kawasan rekreasi dengan tema kawasan religi dan arsitektural akan dibangun ruang parkir, jalur pedestrian, papan reklame, area souvenir dan makanan, shelter transportasi umum.

Pengembangan Blok Penghubung Suroloyo-Sendangsono meliputi koridor penghubung antara Blok Suroloyo dan Blok Sendangsono. Sebagai upaya untuk memenuhi konsep pariwisata berbasis masyarakat akan digunakan sistem shelter-shuttle.

Rencana alur pergerakan shuttle akan mencakup kedua kawasan Suroloyo-Sendangsono. Titik shelter selain di Pasar Bendo Desa Banjaroya adalah Embung Banjaroya, Gua Maria Sendangsono, Puncak Suroloyo, dan Kebun Teh Nglinggo.

"Di tiga pusat pengembangan Sendangsono-Suroloyo ini memiliki peluang besar untuk investasi rumah makan, homestay, atau wisata berbasis alam," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono mengatakan pemkab harus intensif mempromosikan potensi investasi wisata di Kulon Progo. Selama ini, wisata Kulon Progo belum dikelola dengan bagus.

"DPMPT harus bisa mendatangkan investasi sektor pariwisata, tapi jangan meninggalkan masyarakat," katanya.
KR-STR
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar