Kementan melakukan gerakan panen padi Kulon Progo

id BPPSDMP

Badan Penyuluuan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian melakukan

Kulon Progo  (Antara Jogja) - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Momon Rusmono melakukan gerakan panen padi seluas 25 hektare di Desa Jatisarono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Panen raya ini menandakan di Kabupaten Kulon Progo, Januari tersedia lahan panen sekitar 2.600 hektare. Tetapi untuk provinsi di DIY sekitar 30 ribu hektare, ini menunjukan di DIY setiap hari ada panen," kata Momon usai mengikuti Gerakan Panen Padi 2018 di Kulon Progo, Jumat.

Ia mengatakan data yang masuk, pada 2017, DIY karena surplus beras sebanyak 250 ribu ton beras. Hal ini menunjukan ketahanan pangan cukup, bahkan, DIY memberikan kontribusi nasional.

"Selain panen, kami mengoptimalkan penambahan luas tanam. Sehingga, di DIY, setiap harinya ada yang panen dan ada yang menanam," katanya.

Momon mengatakan di DIY tidak ada persoalan ketersediaan beras, karena pada Januari hingga April, setiap harinya, petani panen.

"Hal utamanya, ketersediaan pangan di DIY sangat aman," katanya.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan produktivitas padi di Kulon Progo sebesar 6,7 ton gabah kering panen. Setiap tahun, produksi padi mengalami surplus beras sekitar 18 ribu sampai 20 ribu ton.

"Kami berharap masyarakat tidai perlu risau dengan ketersediaan beras, meski harga di tingkat pedagang sudah mahal. Di Kulon Progo, ketersediaan pangan aman," katanya.

Sutedjo mengakui dalam rangka mendongkrak produksi padi di Kulon Progo mengalami kendala karena saluran irigasi Talang Bowong, Kalibawang, rusak, sehingga debit air yang mengalir ke sawah-sawah tidak optimal.

"Kerusakan saluran irigasi Talang Bowong mengancam lebih dari 5.000 hektare tidak bisa tanam pada masa tanam ke dua," katanya.



(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar