ISENG HINGGA SERIUS BERJUALAN KENTANG GORENG

id jual kentang goreng,kentang goreng

Ilustrasi (istimewa)

Oleh Desri dan Arnaz

"Awalnya saya hanya membuat kentang goreng untuk keluarga pada saat bulan puasa. Lalu saya pikir, kenapa tidak saya jual kentang goreng saja, siapa tahu laku," kata penjual kentang goreng Nur.   

Nur tinggal di daerah Grogol, Rawakalong, Kota Depok. Dia dan keluarga tinggal berdekatan dengan keluarganya. Dia memiliki dua orang anak. Anak pertama sudah kerja, sedangkan anak kedua baru berumur lima tahun. Sementara suaminya bekerja sebagai teknisi dangdut.

"Suami kerjanya di dangdutan bagian teknisi, kalau lagi ada kerjaan ya kerja, kalau enggak ada ya di rumah saja, maka dari itu saya bersyukur banget punya usaha kentang goreng, bisa bantuin suami kalau lagi tidak ada kerja," ujar Nur.

Nur yang akrab dipanggil Nung ini sudah dua tahun merintis usaha kentang goreng. Nur mengatakan untuk mendapatkan pembeli, awalnya dia menawarkan percobaan kepada adik keluarga dan teman-temannya kemudian dari sana banyak orang yang memesan kentang buatannya.

Saya tawarkan ke adik sepupu lalu ke teman-teman. Setelah dicoba katanya enak, akhirnya dari situ mulai banyak yang pesan dan bahkan sekarang ada orang yang ke rumah ambil kentang untuk dijual lagi meskipun belum banyak pengecer tapi masih ada saja yang cari kentang gorengnya," kata Nur. 

Selain itu, Nur mengatakan, karena sebelumnya dia tidak mempunyai modal yang besar untuk membuka usaha itu akhirnya dia meminjam modal ke bank. Meski begitu dia bisa menyisihkan uang untuk setoran pinjaman dan membayar orang yang ikut bantu membuat ketang goreng.

Nur tidak membuat kentang goreng setiap hari. Dia hanya membuat bila ada pesanan saja. Dia juga mengatakan bahwa dia biasa menunggu orang bayar atau beli kontan baru belanja bahan-bahan untuk membuat kentang goreng. Bahan yang dibutuhkan diantaranya kacang tanah, ikan teri medan, cabai, bawang putih, garam, gula dan asem.

Nur menjual kentang gorengnya per gram. mulai dari 100 gram hingga satu kilogram. Harganya pun hanya Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

"Saya jual memakai gram. 100 gram sampai satu kilogram. Biasanya sehari belanja kentang 32 kilogram, kalau pesanan lagi banyak bisa setiap hari beli kentangnya," ujar Nur.

Sementara itu, Nur tidak menyebutkan berapa modal dan keuntungan yang dia dapat dari hasil penjualannya. Nur mengatakan dia pernah ingin berhenti jualan kentang goreng karena merasa lelah tapi dia memikirkan pelanggannya dan melihat kondisi suaminya yang hanya seorang teknisi dangdut.

"Pernah ingin berhenti jualan kentang, tapi kasian sama langganan dan kalau tidak jualan bingung untuk nanti kebutuhan sehari-hari," kata Nur.

Harapan Nur, dia ingin memiliki dapur sendiri agar yang membantunya bisa mengolah kentang di rumahnya sendiri. Dia mengatakan, selama ini membuat kentang goreng di rumah ibunya.

Nur mengatakan, sebelum ada yang membantunya membuat kentang goreng, dia tidak bisa memegang pekerjaan rumah karena sudah keteteran dengan usahanya. Dia juga merasa bingung bila tidak ada usahanya ini karena suami dapat pengahasilan bila ada kerjaan saja.

"Ini saya bersyukur banget ada usaha ini karena bingung juga kalau tidak jualan. Suami hanya teknisi dangdut, kalau lagi enggak ada kerjaan benar-benar enggak punya uang dan enggak ada pemasukan sama sekali," kata Nur.

Walaupun begitu, Nur mengatakan bahwa dia tidak putus asa, yang terpenting dia semangat menjalani kehidupannya dan sehat dia yakin pasti bisa.

(T.A011)

Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar