Rehab gedung DPRD Sleman dianggarkan Rp135 miliar

id Dprd sleman

Branding Kabupaten Sleman "Sleman The Living Culture" (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto) (antara)

Sleman (Antaranews Jogja) - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan direhabilitasi total pada 2018 dengan total anggaran sebesar Rp135 miliar.

"Bangunan gedung DPRD yang dibangun pada 1990 sudah tidak memadai sehingga dibutuhkan gedung yang baru," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Inoki Azmi Purnomo di Sleman, Senin.

Menurut dia, saat ini konsep bangunan DPRD Sleman "landed" sehingga bangunan baru akan dikonsep secara vertikal setinggi empat lantai, termasuk "basement" sebagai sarana parkir.

"Tahun ini rencana mulai dibangun. Anggarannya sebesar itu," katanya.

Ia mengatakan, meski anggaran gedung tersebut cukup besar namun tidak mengganggu program atau kegiatan pembangunan infrastruktur lainnya di Sleman termasuk program-program terkait pengentasan kemiskinan.

"Penganggarannya sudah melalui proses yang matang. Kami berharap bisa segera masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) agar segera dibangun," katanya.

Inoki menegartakan, pembangunan gedung baru tersebut dikarenakan gedung DPRD saat ini tidak representatif. Sejak dibangun 1990, belum pernah dilakukan rehab total. Selain itu, bangunan juga dikonsep hanya untuk tiga partai peserta pemilu saat itu.

"Sejak reformasi, banyak partai yang mengikuti. Terdiri dari banyak fraksi. Jadi tidak representatif," katanya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut mengakibatkan banyak anggota dewan di masing-masing fraksi yang tidak memiliki meja dan kursi.

"Ruang-ruang komisi, badan dan lainnya pun tidak dapat memenuhi forum jika ada kelompok masyarakat yang datang. Masalah ini yang sering terjadi," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta mengatakan jika kondisi gedung saat ini tidak layak.

"Padahal gedung DPRD merupakan salah satu simbol dari Sleman. Sleman sering jadi tujuan studi banding ataupun konsultasi. Jadi harus representatif," katanya.

Ia mengatakan, diharapkan pembangunan gedung baru tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat. Sebabnya gedung tersebut juga nanti dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat juga.

"Tahap awal, proses pembangunan gedung baru itu dianggarkan Rp20 miliar dari total seluruh anggaran Rp135 miliar. Saat ini kami masih mencari lokasi yang cocok untuk pindah sebelum proyek pembangunan dimulai," katanya.



(U.V001)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar