Empat puskesmas Yogyakarta akan menjalani akreditasi ulang

id puskesmas,dinkes

Empat puskesmas Yogyakarta akan menjalani akreditasi ulang

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta (Foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Empat pusat kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta dijadwalkan menjalani akreditasi ulang pada tahun ini untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta 18 puskesmas sudah menjalani akreditasi. Namun, ada empat puskesmas yang dijadwalkan melaksanakan reakreditasi karena masa berlaku akreditasi lama sudah akan berakhir," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini di Yogyakarta, Senin.

Keempat puskesmas yang akan menjalani akreditasi ulang tersebut adalah Puskesmas Mantrijeron, Umbulharjo 1, Umbulharjo 2, dan Jetis.

Fita menyebutkan di Kota Yogyakarta sudah ada dua puskesmas yang memperoleh penilaian akreditasi terbaik atau berstatus sebagai puskesmas paripurna yaitu Puskesmas Mantrijeron dan Puskesmas Tegalrejo.

Sedangkan 14 puskesmas lain, lanjut Fita, akan menjalani akreditasi pada tahun berikutnya. "Seluruh proses akreditasi dilakukan dengan dana dri APBD Kota Yogyakarta," katanya.

Meskipun demikian, Fita tetap meminta agar puskesmas yang akan menjalani akreditasi dapat memperoleh hasil yang lebih baik, meskipun puskesmas tersebut sudah berstatus sebagai puskesmas paripurna.

"Harapan kami, hasil akreditasi yang diperoleh tahun ini bisa lebih baik dibanding hasil sebelumnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik menjadi tantangan tersendiri karena tim yang akan melakukan penilaian berbeda dibanding tim sebelumnya," katanya.

Salah satu aspek atau persyaratan yang harus dipenuhi, lanjut Fita adalah perizinan puskesmas. "Puskesmas tetap harus mengurus perizinan meskipun puskesmas adalah fasilitas kesehatan milik pemerintah," katanya.

Ia menyebut, akrediasi juga sangat penting bagi puskesmas untuk bisa bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Saat ini, jika sebuah fasilitas kesehatan tidak bekerja sama dengan BPJS maka bisa terancam bangkrut. Apalagi, pada 2019 seluruh penduduk sudah menjadi peserta BPJS. Mau tidak mau, fasilitas kesehatan juga harus bekerja sama dengan BPJS," katanya.

Hingga akhir Desember 2017, sudah ada sekitar 96 persen penduduk di Kota Yogyakarta yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Sudah banyak fasiltas kesehatan swasta yang juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tentunya, puskesmas juga harus bisa meningkatkan kualitas layanan," kata Fita.

Selain puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah menyiapkan akreditasi untuk Rumah Sakit Pratama.

Sedangkan untuk Puskesmas Gondokusuman 2, katanya, Dinas Kesehatan sudah mengajukan permohonan untuk pemindahan lokasi puskesmas untuk peningkatan kualitas layanan.

"Saat ini, lokasi puskesmas tersebut sudah tidak cukup untuk memberikan layanan. Namun, untuk memperoleh lokasi yang ideal cukup sulit," katanya.

Fita mengatakan, jika di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman 2 terdapat lahan yang ideal, maka pemerintah siap membeli dan membangun gedung puskesmas yang lebih representatif. 

(U.E013) 19-02-2018 16:45:03
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar