Sultan meresmikan desa wisata agro "kampung flory"

id kampung flory

Sultan meresmikan desa wisata agro "kampung flory"

Kampung Flory (Foto Antara)

Sleman (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan desa wisata agro "Kampung Flory" di Dusun Jugang, Desa Pangukan, Kecamatan Tridadi, Kabupaten Sleman sebagai desa wisata agro, Minggu.

Pada peresmian tersebut juga dilakukan Penyerahan bantuan dari Bank Indonesia (BI) berupa program Sosial bank BI berupa Budi daya Anggrek dan Sarana Prasarana Fisik Kampung Flory, bantuan CSR Bank BPD DIY sebesar Rp250 juta, bantuan CSR Bank BRI Untuk Pembangunan Sanggar Kewirausahaan dan Pasar Ndelik Kampung Flory sebesar Rp250 juta.

Penyerahan simbolis Sertifikat Agen Nonperorangan yang ditunjuk Bank Negara Indonesia (BNI) dan Penyerahan Simbolis dari bank-bank Indonesia Gerakan nasional nontunai kepada pimpinan Perbankan.

Pembina Kampung Flory Sudihartono mengatakan, Kampung Flory yang awalnya merupakan inisiatif dari pemuda desa yang terkumpul dalam kelompok Taruna Tani untuk membangun desa wisata, tujuannya agar kaum muda untuk tertarik akan pertanian.

"Awalnya ini semua mimpi kami warga Desa Pangukan, setelah bersinergi dengan ide tersebut kami sampaikan ke pemda dan beberapa CSR perusahaan, kemudian dengan sinergi tersebut bisa tercapai dalam waktu 2,5 tahun terbentuknya Kampung Flory ini," katanya.

Ia mengatakan, perkembangannya Desa Wisata Kampung Flory yang sudah dikukuhkan oleh Bupati Sleman tidak hanya sebagai kampung agro wisata, namun sudah merambah ke dunia kuliner, outbond, edukasi dengan omzet mencapai Rp1 miliar per bulan.

"Saat ini kami sedang mengembangkan `Kuliner Pasar Ndelik` yaitu jajanan desa khas tradisional yang tidak sudah mulai jarang dijumpai zaman sekang," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan produk unggulan saat ini dalam menunjang perekonomian ialah pariwisata, dengan salah satu programnya yakni desa wisata, yaitu perkembangan wisata didukung oleh kondisi geografis masyarakat dan budaya.

"Dengan dibukanya Desa Wisata Kampung Flory diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sehingga ini menjadi langkah strategis yang nyata dalam mengurangi pengangguran dan berpotensi membuka peluang usaha," katanya.

Ia mengatakan, diawal pendiriannya Kampung Flory ialah wisata agro, dengan harapan dapat meningkatkan minat masyarakat muda dalam dunia pertanian.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap dengan besarnya bantuan dari berbagai pihak kepada Kampung Flory dapat dimenej dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat kepada ekonomi desa untuk tumbuh kemandirian desa.

"Tidak hanya memberikan lapangan kerja bagi anak-anak muda, namun juga menumbuhkan minat anak muda untuk membangun desa," katanya.

Ia juga berharap kepada semua bupati yang ada di Provinsi DIY terkait wilayah desa yang baru tumbuh untuk tidak membebani retribusi. Dengan tanpa retribusi selama lima sampai tujuh tahun tersebut diharapkan desa mampu memupuk modal, yang kemudian dengan itu diharapkan ada investasi untuk membesarkan program yang sudah ada.

"Ini adalah salah satu support kabupaten kepada desa.?Kewajiban pemerintah adalah mengembangkan desa agar mandiri, bagaimana potensi yang ada di lokal di setiap desa bisa tumbuh dan berkembang," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar