DPR apresiasi pengelolaan desa wisata Kampung Flory Sleman

id Kampung Flory

DPR apresiasi pengelolaan desa wisata Kampung Flory Sleman

Rombongan Komisi XI DPR RI mengunjungi Desa Wisata Kampung Flory di Kabupaten Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (Antaranews Jogja) - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi pengembangan dan pengelolaan Kampung Flory, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai desa wisata.
     
"Keberhasilan dari percepatan ekonomi masyarakat di Kampung Flory berkat kerjasama lintas sektor," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Prakosa saat berkunjung bersama rombongan di Kampung Flory, Jumat 
     
Menurut dia, hal tersebut sangat strategis dan sesuai dengan fokus Komisi XI DPR RI yaitu akselerasi perkembangan ekonomi kerakyatan, memprioritaskan pada usaha kecil hingga menengah.
     
"Jadi saat ini salah satu priorias fokus Komisi XI DPR RI adalah bagaimana kita bisa memikirkan untuk dapat mengakselerasi atau mempercepat dari pengembangan ekonomi kerakyatan kita memprioritaskan pada usaha kecil hingga menengah," katanya.
     
Desa Wisata Kampung Flory merupakan wisata yang mengkombinasikan antara edukasi (pertanian), alam, permainan dan kuliner yang berawal dari kelompok taruna tani Flory.
     
Dibentuknya kelompok ini dilatar belakangi upaya untuk memikat kembali generasi muda agar tertarik kembali dalam dunia pertanian yang mampu memberikan kesejahteraan, selain itu kelompok ini dapat dijadikan sebagai pusat pembibitan/"seed center" dan budidaya tanaman buah unggul dan tanaman hias "landscape" sehingga mampu memasok kebutuhan tanaman DIY.
     
Perkembangan Wisata Kampung Flory semakin hari semakin meningkat baik dari segi luas lahan, maupun pemasukan. Potensi Kampung Flory ini mendapat perhartian baik dari Pemerintah Pusat (Kementerian, BUMN), maupun dari Provinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman.
     
Dengan adanya sinergi antara pengelola atau pengembang Kampong Flory dengan pemerintah daerah maupun kabupaten, wisata ini terus berkembang sampai saat ini.
     
"Model seperti ini yang akan kami kembangkan, karena jika masyarakat memilik ide namun kurang modal atau fasilitas, harus ada faktor eksternal yang masuk untuk mengambangkan, seperti yang terjadi di Kampung Flory ini," lanjut Prakosa.
     
Selain Wakil Ketua Komisi XI DPR, Prakosa, apresiasi terhadap perkembangan wisata Kampung Flory juga disampaikan beberapa anggota Komisi XI DPR lainnya yaitu Eva Kusuma Sundari, Anggota Komisi XI DPR Dapil Jawa Timur menyampaikan bahwa kampong flory sangat menginspirasi.
     
"Ini Kampung Flory menginspirasi sekali. Ada beberapa tempat yang saya pikir ini seperti jalan-jalan di Kyoto pengembangan ciri khas kampung kecil-kecil seperti di Jepang tapi spiritnya itu kita sudah dapat di sini jadi mungkin pemasarannya harus lebih agresif ini luar biasa," katanya.
     
Anggota Komisi XI DPR lainnya menilai Kapung Flory bisa menjadi referensi atau contoh desa wisata yang bisa dikembangkan di wilayahnya yang memiliki potensi wisata dengan lahan yang tersedia.
     
"Daerah dapil saya sama sebagai daerah wisata juga dan sudah ada lahannya dan saya berfikir bisa dikembangkan seperti Kampung Flory dan belum ada desa wisata seperti ini" kata Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Jawa Barat XI Siti Mufattahah.
     
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan perkembangan yang ada di Kampung Flory ini berkat sinergi berbagai sejtor yaitu oemerintah, akademisi, masyarakat, CSR yang diberikan BUMN dalam hal ini Bank Indonesia melalui Program Sosialnya.
     
"Mengapresiasi kepada Bank Indonesia karena telah memberikan dampak untuk perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman. Selain itu, kami juga memberikan apresiasi kepada Akedemisi dari Fakultas Biologi UGM yang sudah memberikan pendampingan merawat flora yang ada di Kampung Flory," katanya.
     
Sri Muslimatun menyampaikan harapannya bagi wisata Kampung Flory untuk bisa meraih prestasi
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar