Warga Kalasan temukan "jati pendem" dekat situs Candi Kedulan

id Jati pendem

Warga Kalasan temukan "jati pendem" dekat situs Candi Kedulan

Dua batang pohon jati yang ditemukan warga Plasan, Kalasan, Sleman, saat membangun kolam ikan kelompok. Pohon jati yang tependam dalam tanah tesebut diperkirakan berusia ratusan tahun. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (Antaranews Jogja) - Masyarakat Padukuhan Plasan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan dua batang kayu jati gelondongan berukuran besar yang tertimbun di dalam tanah tidak jauh dari situs Candi Kedulan yang juga ditemukan terpendam.

"Dua pohon jati ini ditemukan di lahan tanah kas Desa Tirtomartani beberapa waktu lalu saat membuat kolam ikan yang rencananya akan digunakan oleh masyarakat setempat," kata warga setempat Sugit Prawoto di Slamen, Sabtu.

Menurut dia, dua batang pohon jati tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter di lahan seluas total sekitar 500 meter.

"Rencannya di lahan tersebut akan digunakan untuk membuat 17 kolam ikan yang akan dikelola oleh warga, namun saat menggali dengan menggunakan alat berat ditemukan batang kayu berukuran besar," jelasnya.

Ia menambahkan atas penemuam tersebut kemudian dilakukan penggalian secara hati-hati dan ternyata ditemukan lagi satu batang pohon dengan panjang masing-masing sekitar 20 meter.

"Namun karena bagian tengah pohon tersebut tepat di atasnya terdapat saluran irigasi, maka terpaksa batang pohon di potong. Selain itu saat dilakukan penggalian lebih luas ternyata muncul mata air yang debitnya cukup deras, sehingga ditimbun kembali," terangnya.

Sigit mengatakan, petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta maupun dari Kehutanan yang datang melakukan pengecekan, memperkirakan dua pohon jati yang tersebut berusia lebih dari 300 tahun.

"Hal ini juga didukung oleh pengakuan dari warga tertua di kampung bahwa dirinya belum pernah mendengar cerita dari kakek-nenek maupun buyut bahwa di daerah tersebut ada pohon jati. Kemungkinan juga pohon jati ini tertimbun lahar Gunung Merapi bersama dengan tertimbunnya Candi Kedulan," jelasnya.

Ia mengatakan, sebelumnya dua batang kayu yang masih ada struktur akarnya tersebut akan dijual kepada pembeli senilai Rp160 juta, namun setelah kedatangan petugas BPCB maupun Kehutanan diperkirakan nilai jual bisa lebih dari itu.

"Kemudian warga sepakat untuk membuka sistem lelang, nanti pohon akan dilepas kepada penawar yang paling tinggi," lanjutnya.

Sedangkan hasil dari lelang, tambah dia akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan akses ekonomi masyarakat.

"Uang hasil lelang akan digunakan untuk membiayai pembuatan kolam ikan kelompok dan pembangunan jalan. Karena di lokasi tersebut juga sebelumnya telah dimanfaatkan warga untuk kandang ternak kelompok," terangnya.



(V001) 08-09-2018 14:40:49

 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar