BPCB Yogyakarta teliti usia jati pendem dekat situs Candi Kedulan

id Jati pendem

BPCB Yogyakarta teliti usia jati pendem dekat situs Candi Kedulan

Dua batang pohon jati yang ditemukan warga Plasan, Kalasan, Sleman, saat membangun kolam ikan kelompok. Pohon jati yang tependam dalam tanah tesebut diperkirakan berusia ratusan tahun. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (Antaranews Jogja) - Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penelitian detail terkait udia dua pohon "jati pendem" yang ditemukan warga Dusun Plasan, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu.
     
"Kami masih melakukan penyelidikan, saat ini contoh bagian dari kayu jati tersebut masih diteluti di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta Ari Setyastuti di Sleman, Sabtu.
     
Menurut dia, kemungkinan hasil dari penelitian di Fakuktas Kehutanan UGM tersebut baru dua minggu lagi bisa diketahui.
     
"Memang kalau itu masuk ekofak bisa sebagian dilestarikan dan sebagian diserahkan untuk dimanfaatkan penemu. Tapi masih menunggu hasil penelitian yang detail," katanya.
     
Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Perlindungan BPCB DIY Muhammad Taufik mengatakan kayu gelondongan yang ditemukan saat warga bergotongroyong membuat kolam ikan tersebut diduga berasal dari jaman tenggelamnya Candi Kedulan yang terletak sekitar 500 meter di sisi utaranys. 
     
"Kami berharap hasil penelitian dari UGM bisa didapat secepatnya," katanya.
     
Menurut dia, karena penemuan kayu tersebut bukan termasuk cagar budaya, kayu itu akan disisakan sebagian untuk bukti jika ada aktifitas Gunung Merapi yang menenggelamkan wilayah di sekitarnya pada sekitar tahun 1006.
     
"Material yang menimbun Candi Kedulan maupun pohon jati tersebut memiliki kemripan yakni berupa pasir dan batu material erupsi Gunung Merapi," katanya.
     
Masyarakat Padukuhan Plasan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan dua batang kayu jati gelondongan berukuran besar yang tertimbun di dalam tanah tidak jauh dari situs Candi Kedulan yang juga ditemukan terpendam.
     
"Dua pohon jati ini ditemukan di lahan tanah kas Desa Tirtomartani beberapa waktu lalu saat membuat kolam ikan untuk yang rencananya akan digunakan oleh masyarakat setempat," kata warga setempat Sugit Prawoto.
     
Menurut dia, dua batang pohon jati tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter di lahan seluas total sekitar 500 meter.
     
"Rencannya di lahan tersebut akan digunakan untuk membuat 17 kolam ikan yang akan dikelola oleh warga, namun saat menggali dengan menggunakan alat berat ditemukan batang kayu berukuran besar," katanya.
     
Ia mengatakan, atas penemuam tersebut kemudian dilakukan penggalian secara hati-hati dan ternyata ditemukan lagi satu batang pohon dengan panjang masing-masing sekitar 20 meter.
     
"Namun karena bagian tengah pohon tersebut tepat di atasnya terdapat saluran irigasi, maka terpaksa batang pohon di potong. Selain itu saat dilakukan penggalian lebih luas ternyata muncul mata air yang debitnya cukup deras, sehingga ditimbun kembali," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar