Mayoritas petani enggan simpan bawang untuk pembenihan

id Bawang merah,benih, musim tanam

Ilustrasi petani panen bawang merah (Foto antarafoto.com)

     Bantul, (Antaranews Jogja) - Mayoritas petani di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta enggan menyimpan bawang merah hasil panen guna proses pembenihan atau dijadikan benih untuk musim tanam selanjutnya. 
     "Rata-rata petani cenderung melepas hasil panen ketimbang menyimpannya, memang ada yang menyimpan, tapi hanya sebagian kecil saja," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bantul Suroto di Bantul, Selasa. 
      Menurut dia, sebagian besar petani tidak menyimpan hasil panen bawang merah untuk benih karena khawatir mengalami busuk jika proses pembenihan tidak maksimal, sehingga lebih memilih dijual. 
      Ia mengatakan, jika petani menyimpan bawang untuk benih, maka biasanya dilakukan pada musim panen pertama pada Mei-Juni untuk ditanam pada musim tanam dua pada Juli-Agustus, atau selang dua bulan. 
      Kondisi tersebut, kata dia, berbeda dengan hasil panen musim tanam dua atau yang panen pada September ini, sebab waktu musim tanam pertama dengan waktu panen jaraknya lebih dari lima bulan, sehingga bawang berpotensi busuk saat pembenihan. 
       "Petani lebih memilih tidak menanggung resiko. Lebih baik membeli saat butuh benih, itu justru lebih aman. Dulu memang petani berduyun-duyun menyimpan untuk benih, tapi sekarang ini sepi," kata petani asal Sode Desa Srigading Sanden ini. 
       Ia mengatakan, mayoritas petani bawang merah memilih membeli benih ketika akan tanam, meskipun harga tinggi karena mengikuti kondisi pasar, meski demikian pembelian disesuaikan dengan biaya dan kebutuhan lahan pertanian. 
      "Pada musim tanam kedua ini, petani di Bantul menggunakan varietas dari Nganjuk, karena di Bantul sendiri kecil sekali produksinya. Kelebihan benih varietas ini hasil buahnya besar, kemudian mudah dibudidayakan," katanya.
      Ia mengatakan, luasan tanam bawang merah pada musim tanam dua ini lebih luas dari sebelumnya yaitu mencapai 800 hektare dengan produktifitas panen berkisar 13 sampai 15 ton bawang per hektare. 
      "Kalau musim tanam pertama kemarin hanya seluas 400 hektare, namun harga jualnya lebih tinggi. Makanya untuk musim tanam sekarang kalau bisa dimaksimalkan harus mencapai 15 ton per hektare," katanya.***3***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar