Perempuan diminta mewaspadai endometriosis

id dokter

Ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Kaum perempuan diminta mewaspadai adanya endometriosis di dalam tubuh yang berdampak pada kesuburan, kata konsultan obstetri dan ginekologi subspesialisasi fertilitas Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk (SHKJ) Dr med Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG (K-Fer).

"Perempuan harus mewaspadai adanya endometriosis. Gejala awal yang paling umum adalah nyeri berlebihan pada saat menstruasi dan sulit memiliki anak, karena nyeri saat berhubungan suami istri," kata dia di Jakarta, Jumat.

Endometriosis merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh jaringan endometrium yang letaknya tidak beraturan, bisa berada di ovarium, dinding luar rahim, vagina, dan lainnya.

Rasa nyeri saat berhubungan suami istri tersebut, dikarenakan endometriosis tumbuh di sekitar vagina atau di sekitar leher rahim. Akibatnya merasa nyeri saat tersentuh. 
    
Untuk mengatasinya, Ferdhy menyebutkan ada beberapa metode, yakni bisa melalui pembedahan dan induksi ovulasi.

"Untuk pembedahan, disarankan untuk yang sudah memiliki keturunan, karena dikhawatirkan proses ini akan menyebabkan kerusakan pada indung telur," kata dia.

Sementara untuk induksi ovulasi, kista tidak dibuang. Dokter hanya memberikan tekanan agar endometriosis tidak bertambah parah. Metode itu disarankan bagi perempuan yang masih ingin memiliki keturunan.

Endometriosis merupakan salah satu gangguan kesuburan yang terjadi pada perempuan.

Gangguan kesuburan lainnya, seperti faktor hormonal, gangguan pematangan sel telur, miom, kista, tumor, bahkan kanker. 
    
Untuk penanganan gangguan karena faktor hormonal atau masalah pematangan sel telur, kata dia, bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan.

Sementara untuk kasus endometriosis, miom, kista, tumor, dan kanker, kata dia, bisa dilakukan pembedahan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar