Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dapat penghargaan Bukalapak

id Bupati Kulon Progo,Bukalapak

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo memegang produk unggulan program Bela Beli Kulon Progo AirKu. Produk AirKu ini sebagai semangat nasionalisme dalam pemberdayaan ekonomi mandiri. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyajarta, Hasto Wardoyo mendapat penghargaan dari Bukalapak dalam "9 Game Changer Award” karena dinilai sebagai daerah yang berpihak kegiatan perekonomian kerakyatan, e-money dan bisnis "online".
     
"Kami tidak menduga akan mendapat penghargaan dari Bukalapak kemarin (Kamis, 10 Januari). Penghargaan yang kami terima bersamaan dalam HUT ke-9 Bukalapak," kata Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Jumat.
     
Ia nengatakan Pemkab Kulon Progo belum melakukan kerja sama dengan Bukalapak, tetapi Bukalapak memasukan dirinya dalam nominasi orang-orang yang mendapat penghargaan. Bukalapak melakukan "polling" kepada konsumen dan media.
     
"Kami baru diberi tahu 1,5 hari sebelumnya atas hasil polling sebelum puncak acara. Hasil polling menunjukan kinerja pemerintah diberikan kepada Menkeu Sri Mulyani, sedangkan daerah diberikan kepada saya. Saya sangat kaget, sekaligus bangga mendapat penghargaan dari Bukalapak," katanya.
     
Hasto mengatakan dari hasil polling, masyarakat mengetahui program Bela Beli Kulon Progo, sehingga Kulon Progo sekarang sudah memiliki air kemasan sendiri yang bermerek “AirKu”.
     
Selain itu, Kulon Progo juga berhasil mengangkat batik khas daerah yang mampu mendongkrak perekonomian pelaku UKM di sana. Hasto juga berhasil membangun jaringan ritel modern "Tomira" (Toko Milik Rakyat) untuk memasarkan produk-produk masyarakat di sana. Selain itu, Kulon Progo dinilai berhasil mendorong adanya e-Warong sebanyak 111 e-Warong. 
     
"Itu menjadi alasan audiens polling Bukalapak memilik saya," katanya.
     
Politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan dengan penghargaan ini, masyarakat Kulon Progo bisa berbangga dengan gerakan Bela Beli Kulon Progo dan belabeliku.com meski masih tertatih-tatih. Kemudian, program 111 e-Warong dan Tomira menjadi kekuatan Kulon Progo dinilai cepat dalam jejaring bisnis online.
     
"Kami berharap media ikut membangkitkan semangat masyarakat Kulon Progo, bahwa Kulon Progo memiliki potensi besar untuk maju bila ada energi positif dan semangat kerja," katanya.
     
Meski demikian, Hasto tidak akan cepat berbangga hati dengan penghargaan yang diperolehnya. Dirinya akan terus menggeliatkan komitmen Bela Beli Kulon Progo dan belabeliku.com dengan mengisinya produk-produk lokal.
     
Saat ini, program Bela Beli Kulon Progo yang menjadi fokus, yakni AirKu. Sejak satu bulan terakhir, produk AirKu sudah dikirim ke Klaten (Jawa Tengah) karena pusat distribusi waralaba berjejaring ada di Klaten.
     
"Kami minta PDAM Tirta Binangun mensuplai AirKu ke Klaten. Dari Klaten, AirKu didistribusi ke berbagai daerah, utamanya di Kulon Progo melalui toko waralaba berjejaring," katanya.
   
Selain itu, lanjut Hasto, PDAM tengah menyiapkan produk AirKu dengan kemasan 300 mililiter ke PT PP. "Kami sudah beli mesinnya, kemudian kita memiliki berbagai ukuran kemasan AirKu," katanya.
   
Ia juga berharap produk unggulan lainnya, seperti coklat dan gula semut untuk bisa mengusai pasar online. "Gula semut ini banyak dicari pangsa pasar, sehingga pelaku gula semut harus menangkap peluang ini. Kami siap membantu dalam pemasaran dan memberikan pendampingan dalam pengemasan," katanya.
   
Ke depan, kata Hasto, Pemkab Kulon Progo akan melakukan berbagai inovasi dalam memilik kegiatan ekonomi masyarakat supaya berdaya. Selain itu, masyarakat harus memiliki entrepreneurship, taktik kreatif, dan eksekusi yang produktif. Inovasi sangat penting karena menjadi kunci pembangunan.
   
Pada tahun ini, Kulon Progo akan mendapat bantuan Rp5 miliar per bulan dari Kementerian Sosial. Saat ini, seluruh Indonesia ada MoU antara Kapolri dan Mensos. "Inovasi itu sangat penting untuk loncatan. Kalau setiap KK mendapat Rp110 ribu per bulan, kalau dibiarkan tanpa inovasi mengakibatkan uang tidak terserap dengan baik. Yang mendapat keuntungan hanya orang kaya, maka di Kulon Progo ada 111 e-Warong yang menjual produk lokal," katanya.
   
Hasto mengatakan Pemkab Kulon Progo melakukan rekayasa sistem uang supaya uang yang mengalir ke daerah sebesar Rp5 miliar per bulan, keuntungannya dinikmati warga miskin. Di Kulon Progo ada e-Warong. Setiap satu e-Warong dimiliki 10 warga miskin. Kemudian mereka menjual beras dan telur dari Kulon Progo. E-Warong ini akan diberi nama TomiKu atau Toko Milik Kulon Progo.
     "Kami ingin mengkoneksikan TomiKu dengan Bukalapak," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar