Mencoret pemain Timnas U-22 bukan hal sulit bagi Indra Sjafrie

id indra

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri. (Antara))

Jakarta (Antaranews Jogja) - Mencoret para pemain yang menjalani pemusatan latihan tahap perdana menuju Piala U-22 AFF 2019 bagi
Pelatih Tim Nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri bukan hal yang sulit.

Dari 35 pesepak bola yang mengikuti TC pertama pada 7-12 Januari di Jakarta, beberapa nama dipastikan akan dikeluarkan dari skuat dan tak lagi mengikuti TC berikutnya.

"Banyak informasi tentang pemain yang sudah saya kumpulkan, baik dalam maupun luar lapangan. Jadi tidak sulit bagi saya untuk menentukan pemain yang lanjut atau tidak," ujar Indra usai memimpin latihan timnas U-22 di lapangan sepak bola A Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.

Menurut pelatih yang membawa Indonesia juara Piala U-19 AFF tahun 2013 itu, semua pemain yang mengikuti TC harus memenuhi standar dari sisi teknik, taktik, fisik dan kecerdasan mental.

Penilaian didasarkan kepada performa pemain selama berlatih dan uji tanding di lapangan, tes fisik, pemeriksaan riwayat cedera dan psikotes.

"Sebagai pelatih, saya harus membangun satu tim yang solid," tutur Indra.

Terkait pemain yang namanya dicoret, Indra Sjafri menegaskan mereka akan dikembalikan ke klub masing-masing.

"Kami juga akan membuat laporan ke pelatih klub bahwa pemain yang bersangkutan belum dapat lolos dan kekurangannya apa saja," tutur pria asal Sumatera Barat tersebut.

Seperti dikatakan sebelumnya, timnas U-22 menjalani pemusatan latihan perdana pada 7-12 Januari. Sepanjang periode itu, mereka melahap berbagai macam menu latihan, psikotes dan lainnya.

Pada hari terakhir, para pemain menjalani pertandingan internal. Setelah itu, pada sore atau malam hari, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan mengumumkan nama-nama pemain yang lolos dan berhak mengikuti TC selanjutnya.

Piala U-22 AFF 2019 berlangsung di Kamboja pada 17 Februari-2 Maret 2019. Di turnamen itu, Indonesia bergabung di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, Singapura dan tuan rumah Kamboja. 
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar