Manajemen CBT Nusantara menjadi pengawal standarisasi balkondes di Borobudur

id balkondes

Balkondes di kawasan Borobudur menawarkan konsep The Experience of Village Atmosphere bagi wisatawan (foto istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Manajemen CBT Nusantara akan menjadi pengawal standarisasi balai ekonomi desa (balkondes) di kawasan Borobudur agar menjaga kepuasan para tamu dan wisatawan, memasarkan dan mengenalkan balkondes, serta memaksimalkan hasil yang diperoleh oleh desa melalui manajemen yang tertata rapi.

"Saat ini Manajemen CBT Nusantara memfokuskan diri untuk mendampingi dan mengelola 20 balkondes di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah," kata Direktur PT Manajemen CBT Nusantara Jatmika Budi Santoso.

Menurut dia, melalui perusahaan ini pula Kementerian BUMN menitipkan pengembangan ekosistem desa sekitar balkondes agar tercipta pemerataan ekonomi desa dengan memaksimalkan potensi desa yang dimiliki.

"Dengan adanya balkondes ini merupakan perwujudan konsep Community Based Tourism di Borobudur yang akan menjadi contoh terciptanya balkondes-balkondes daerah lain di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan PT Manajemen CBT Nusantara akan menggenjot pengembangan wisata desa di kawasan Borobudur. Konsep wisata desa ini dikenal sebagai balkondes yang dibangun di 20 desa di Kecamatan Borobudur.

Balkondes merupakan salah satu program Sinergi BUMN khususnya di bidang pariwisata yang dimulai pada 2016, dengan mengambil lokasi di Kecamatan Borobudur. Balkondes dibangun dengan tujuan untuk menumbuhkan perekonomian perdesaan melalui sektor pariwisata.

"Didirikannya balkondes dan 'homestay' oleh BUMN yang kemudian asetnya diserahkan kepada pemerintah desa dan dikelola oleh BUMDes serta didampingi oleh Kementerian BUMN melalui PT Manajemen CBT Nusantara," katanya.

Jatmika Budi Santoso selaku pihak yang membawahi balkondes dari segi pembinaan dan pengelolaan mengatakan program ini bisa menjadi sebuah solusi untuk permasalahan yang terjadi di Borobudur.

Selama ini, menurut dia, para wisatawan yang berdatangan ke Borobudur bisa terbilang memiliki waktu yang sangat singkat untuk berwisata, sehingga hal itu menjadi penyebab tersendatnya akselerasi perekonomian di daerah tersebut.

Ia mengatakan singkatnya lama waktu tinggal wisatawan di wilayah Borobudur menjadi salah satu permasalahan yang terjadi selama ini. Dengan adanya balkondes tentu akan menjadi solusi dan daya tarik tersendiri yang bisa membuat para wisatawan mau menambah lama waktu tinggalnya di Borobudur.

"Di sini tentunya kami menawarkan berbagai pengalaman unik dan menarik yang akan dinikmati secara langsung oleh wisatawan melalui konsep The Experience of Village Atmosphere," kata Jatmika.

Konsep The Experience of Village Atmosphere itu di antaranya pengalaman terlibat langsung membuat kerajinan tangan, membuat olahan makanan, keindahan panorama alam di sekitar Borobudur, aktivitas fisik yang akan melibatkan langsung para wisatawan, dan "experience" menikmati pertunjukan kesenian daerah dari masyarakat sekitar. 

"Dengan berbagai aktivitas yang ditawarkan balkondes, rasanya tidak akan habis untuk dinikmati dalam satu hari oleh para wisatawan. Bahkan di sini para wisatawan bisa terlibat secara langsung dalam berbagai pengalaman menarik yang kami tawarkan," katanya. 

Contohnya pertunjukan seni daerah, para wisatawan bisa ikut terlibat langsung menjadi bagian di dalamnya. Selain itu, program ini pun menawarkan sinergitas balkondes untuk memberikan opsi terbaik bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu senggangnya sesuai dengan minat dan keinginannya.

"Ketika pola ini sudah terbentuk, maka dalam jangka panjang kehadiran balkondes akan menemui tujuan akhirnya, yaitu perekonomian yang terus bertumbuh di tengah masyarakat sekitar Borobudur," kata Jatmika.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar