Sultan mennjau perbatasan DIY-Jateng di Gunung Kidul

id Sri Sultan ,perbatasan yogyakarta,gunung kidul,pembangunan daerah perbatasan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X melakukan kunjungan kerjanya di Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Senin. Di dampingi Bupati Gunung Kidul Badingah beserta jajarannya Kunjungan pertamanya meninjau tapal batas Provinsi DIY dengan Jawa Tengah. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau perbatasan provinsi itu dengan Jawa Tengah yang ada di Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul.

Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, Senin, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DIY yang telah berkenan melakukan kunjungannya di Kabupaten Gunung Kidul.

"Kunjungan Ngarso Dalem (Sultan HB X) ini sangat memotivasi saya bersama masyarakat dalam membangun Gunung Kidul yang lebih baik ke depan," kata Badingah.

Ia mengatakan tapal batas tersebut berbatasan langsung antara Kabupaten Gunung Kidul dengan Kabupaten Wonogiri. Rencananya pada perbatasan tersebut akan diusulkan pembangunan rest area untuk mendukung perkembangan pariwisata.

"Daerah perbatasan merupakan daerah yang rawan, maka dari itu perlu adanya pembangunan gapura yg dapat meyakinkan batas batas wilayah," kata Badingah.

Selain menunjau tapal batas DIY, Sultan juga meninjau produksi keset, kaos batik yang diproduksi kaum disabilitas, serta meninjau produksi minuman Sarivera yang ada di Desa Rejosari, Kecamatan Semin.

Terakhir gubernur melakukan dialog di Balai Desa Rejosari bersama masyarakat tiga desa yaitu, Desa Katongan, Desa Pundungsari dan Desa Rejosari.

Gubernur DIY itu akan menampung aspirasi masyarakat, akan tetapi masyarakat diminta serius melaksanakan usulan-usulan melalui proposal yang diajukan.

"Yang terpenting kami minta agar semua serius dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program, dan akan berdampak positif kepada warga masyarakat, serta membuat pertumbuhan perekonomian," harapnya.

Sultan juga berharap organisasi kepemudaan seperti karang taruna dan generasi muda dilibatkan dalam pengembangan potensi yang ada di daerah itu.

"Silakan kembangkan potensi yang ada, tetapi saya mohon ada keseriusan, jangan sampai berhenti di tengah jalan dan libatkan anak-anak muda," ujar Sultan.

Pada kesempatan tersebut Sultan juga menyerahkan bantuan senilai Rp30 juta rupiah untuk pengembangan sarana air bersih di Desa Rejosari.

Baca juga: Sultan minta pengelolaan Geopark Gunung Sewu bekerja sama dengan DIY
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar