Proporsi setoran dividen Bank Jogja naik 5 persen

id Bank Jogja, deviden

Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Perubahan kelembagaan Bank Jogja dari semula perusahaan daerah bank perkreditan rakyat menjadi perusahaan umum daerah bank perkreditan rakyat juga turut mengubah proporsi setoran dividen ke Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu meningkat lima persen.

“Pada tahun lalu, bagian laba yang disetorkan Bank Jogja kepada Pemerintah Kota Yogyakarta ditetapkan 50 persen, dan dengan perubahan kelembagaan ada kenaikan lima persen menjadi 55 persen setoran dividen,” kata Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi di Yogyakarta, Jumat.

Pada 2018, total laba bersih yang diperoleh Bank Jogja mencapai sekitar Rp20 miliar sehingga dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta pada 2019 mencapai sekitar Rp10 miliar.

Pada 2020, Bank Jogja ditargetkan mampu menyetorkan dividen sebesar Rp12 miliar dari laba bersih yang diperoleh tahun ini.

“Bank Jogja berkomitmen untuk terus berkembang meskipun persaingan dunia perbankan saat ini sangat ketat. Kami tidak hanya bersaing antara sesama bank perkreditan rakyat saja tetapi juga dengan bank umum yang memiliki modal besar serta dengan koperasi termasuk BMT,” katanya.

Di wilayah DIY, lanjut dia, tercatat ada sebanyak 65 BPR yang menjadi pesaing Bank Jogja. “Tetapi, dalam peringkat perbankan, Bank Jogja sudah masuk di peringkat atas sehingga bisa melakukan berbagai inovasi termasuk dengan pemanfaatan teknologi,” katanya.

Sejumlah wacana pun digulirkan untuk peningkatan layanan kepada nasabah, di antaranya membuka loket atau layanan hingga malam hari karena saat ini belum ada bank yang buka hingga malam hari termasuk memanfaatkan layanan mobile banking. “Kalau memungkinkan, kami ingin buka 7x24 jam,” katanya.

Untuk perubahan kelembagaan dari perusahaan daerah menjadi perusahaan umum daerah, Kosim menyebut tidak membutuhkan banyak penyesuaian. “Untuk struktur kelembagaan pun tidak banyak mengalami perubahan, begitu pula dengan sektor bisnisnya,” katanya.

Meskipun demikian, Kosim menyebut, perubahan menjadi perumda tersebut dapat dimaknai sebagai sebuah semangat baru bagi seluruh jajaran pegawai dan direksi Bank Jogja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah maupun masyarakat Kota Yogyakarta.

“Kami bertekad menjadi bank untuk usaha mikro kecil di Yogyakarta sekaligus mendukung berbagai program Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar