Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul bersama Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar apel besar Srawung Agung Jaga Warga untuk Jogja Damai sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada apel besar di Mapolres Bantul, Jumat, mengatakan, Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai digelar sebagai sarana menjalin silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat serta dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban.
"Jaga warga menjadi jembatan budaya agar proses penegakan keamanan tidak serta merta bertumpu pada tindakan represif, tetapi selalu dimulai dari kohesi, dialog, dan kebijaksanaan," katanya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya menitipkan harapan agar jaga warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni, menjadi sahabat masyarakat, dan mitra Polri yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial.
"Bila Polri bekerja dengan tata, titi, tatas, titis dan Jaga Warga melangkah dengan tanggap, tangguh, tuntas, maka Yogyakarta akan berada pada suasana titi tentrem, karta raharja, aman, tertib, makmur, dan sejahtera bagi seluruh warganya," katanya.
Bupati juga mengatakan, Apel Besar Kelompok Jaga Warga ini dipandang sebagai upaya merawat harmoni Yogyakarta melalui manunggaling warga lan pamong.
"Di era ancaman modern yang kompleks, keamanan harus berbasis masyarakat (people-centered security), dibangun lewat empati, komunikasi, dan tanggung jawab bersama," katanya.
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari mengatakan, apresiasi atas peran aktif Jaga Warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bantul. Pihaknya berharap sinergi antara Polri dan Jaga Warga dapat terus ditingkatkan.
"Apresiasi peran Jaga Warga sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi yang baik antara Polri dan Jaga Warga akan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga Bantul," katanya.
Pada apel tersebut, juga dilakukan pemakaian rompi Jaga Warga sebagai simbol dukungan dan pengayoman kepada masyarakat. Pemda DIY juga memberikan dukungan 10.000 rompi Jaga Warga sebagai simbol bahwa keamanan hadir untuk ngayomi lan ngemong.
Dengan sinergi antara Polri yang bekerja dengan "tata, titi, tatas, titis" dan Jaga Warga dengan "tanggap, tangguh, tuntas", diharapkan Yogyakarta akan senantiasa titi tentrem karta raharja, aman, tertib, dan sejahtera.
