Garin Nugroho merasa filmnya tidak cocok di ajang Oscar

id Garin Nugroho,Piala Oscar,Kucumbu Tubuh Indahku

Garin Nugroho merasa filmnya tidak cocok di ajang Oscar

Garin Nugroho dalam sesi "Crossout Asia" Festival Film Tokyo 2018 (Tokyo International Film Festival/TIFF), Jumat (26/10). (ANTARA News/Alviansyah P)

Oscar itu antara apa yang disebut dengan karya yang bagus dan komunikatif itu jadi satu. di Eropa kan tidak, lebih kepada art film-nya.
Jakarta (ANTARA) - Film  "Kucumbu Tubuh Indahku" besutan sutradara kawakan Indonesia Garin Nugroho masuk dalam seleksi Oscar untuk kategori "Best International Feature Film",

Kendati demikian, Garin Nugroho merasa bahwa karya-karya filmnya tidak cocok untuk ikut berkompetisi di ajang seperti Piala Oscar.

Sutradara film "Kucumbu Tubuh Indahku" mengatakan bahwa setiap karya film memiliki karakternya tersendiri.

Film-film yang disutradarainya, dirasa memiliki karakter yang berbeda dan tidak pas untuk berkompetisi di Oscar.

"Saya lebih cocok untuk festival Eropa. Jadi kalau Anda nonton festival film Cannes atau Berlin itu kan beda sama Oscar," kata Garin Nugroho saat berbincang di Jakarta, Kamis (10/10).

Baca juga: Film "Kurindu Natal Keluarga: Sinterklas dari Jakarta" dibintangi Dirly Idol

Garin merasa festival film Eropa lebih menghargai film dari sisi seni.

"Oscar itu antara apa yang disebut dengan karya yang bagus dan komunikatif itu jadi satu. di Eropa kan tidak, lebih kepada art film-nya."

Terkait keikutsertaan film "Kucumbu Tubuh Indahku" dalam seleksi Oscar untuk kategori "Best International Feature Film", Garin mengatakan tidak terlalu berekspetasi tinggi.

"Ya sebenarnya bukan tujuan saya. Orang harus tahu tempatnya lah, kalau Anda jadi tanaman tempatnya di savana, tiba-tiba harus ke pegunungan kan beda," tambahnya.

Film "Kucumbu Tubuh Indahku" karya sutradara Garin Nugroho akan bersaing dengan film dari 93 negara dalam ajang Academy Awards atau Oscar 2020.
Baca juga: 'Joker' pecahkan rekor Oktober dengan meraih 93,5 juta dolar AS
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar