Realisasi produksi perikanan tangkap Kulon Progo capai 362,05 ton

id produksi perikanan tangkap,Kulon Progo,DKP Kulon Progo

Realisasi produksi perikanan tangkap Kulon Progo capai 362,05 ton

Nelayan Pantai Congot di Kabupaten Kulon Progo memiliih memarkirkan kapalnya karena gelombang tinggi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Realisasi produksi perikanan tangkap di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 362,05 pada triwulan III-2019 atau 45,15 persen dari target triwulan tersebut yang sebesar 801,90 ton.

Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sita di Kulon Progo, Rabu, mengatakan produksi perikanan tangkap triwulan III ini memang cukup rendah karena dipengaruhi oleh musim ikan dan gelombang laut.

"Pada Juli sampai September, gelombang sepanjang pantai selatan kurang bersahabat. Kalau pun melaut, hasil tangkapan ikan kurang maksimal," kata Sita.

Ia mengatakan target produksi perikanan tangkap di Kulon Progo selama 2019 sebanyak 2.673 ton, namun hingga September ini baru terealisasi 1.125 ton atau 42,11 persen.

Produksi perikanan tangkap triwulan I sebanyak 487,14 ton atau 91,12 persen dari target 534,60 ton. Kemudian pada triwulan II turun menjadi 276,45 ton atau 41,37 persen dari target 668,25 ton.

Pada triwulan III naik sedikit menjadi 362,05 ton atau 45,15 persen dari target 801,90 ton. Pada triwulan IV ini, DKP Kulon Progo menargetkan 668,25 ton.

"Produksi perikanan tangkap memang tidak bisa diprediksi sebelumnya, karena sangat dipengaruhi oleh gelombang laut dan cuaca," katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Sudarna mengatakan pada 2019 ini, DKP Kulon Progo menargetkan produksi ikan tangkap sebanyak 2.673 ton. Namun, berdasarkan hasil capaian setiap tahun, target perikanan tangkap tidak pernah terealisasi karena banyak faktor, diantaranya cuaca buruk.

Menurut dia, potensi ikan tangkap di sepanjang pantai selatan di Kulon Progo yang banyak, kalau hanya untuk mencapai target sebanyak 2.673 ton sangat kecil. Dengan catatan, Pelabuhan Tanjung Adikarto sudah berfungsi. Satu kapal ukuran 30 grosston (gt) menurunkan hasil tangkapan bisa mencapai puluhan ton.

"Persoalannya, potensi sumber daya alam dari laut tidak bisa masuk ke Kulon Progo, dan didaratkan di wilayah lain, maka mustahil kita dapat mencapai target produksi perikanan tangkap," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulon Progo Sugiharto mengatakan sejak Januari hingga saat ini, DKP sudah menebar benih 111.200 ekor untuk restocking.

Lkasi penebaran benih ikan restocking di Kemesu (Samigaluh), Kali Kedungromo Purwosari (Girimulyo), Kali Anjir (Kokap), Waduk Sermo (Kokap), sungai di Kaliagung, Kali Serang (Pengasih).

"Tujuan dari restoking ini adalah untuk memperkaya sumber daya ikan di perairan umum wilayah Kabupaten Kulon Progo," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar