PSSI bangun Soccer Camp berstandar FIFA di Sukabumi

id PSSI ,Soccer Camp ,FIFA ,Kabupaten Sukabumi,Kecamatan Cikidang

PSSI bangun Soccer Camp berstandar FIFA di Sukabumi

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat meninjau lokasi yang akan dibangun Soccer Camp di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) membangun Soccer Camp pertama di Indonesia yang ditempatkan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan biaya sekitar Rp40 miliar.

"Pembangunan Soccer Camp di Sukabumi ini akan menjadi proyek percontohan di Indonesia," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Sukabumi, Sabtu.

Ia yang datang ke Sukabumi bersama jajarannya langsung meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai Soccer Camp tersebut yang berada di Desa Sumersari dan Cicareuh. Adapun luas lahan yang digunakan untuk pembangunan ini sekitar delapan hektare.

Lahan yang digunakan ini merupakan hibah dari pemerhati dan pecinta sepakbola Indonesia untuk meningkatkan kualitas para atlet baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara, untuk anggaran pembangunan berasal dari bantuan Federation of International Football Association (FIFA) sebesar Rp40 miliar dan target pembangunannya dimulai pada 2020 mendatang.

Iriawan mengatakan, Soccer Camp yang dibangun harus berstandar FIFA dan rumput yang digunakan pun khusus. Dengan adanya lapangan sepak bola seperti ini tentunya bisa menambah semangat para atlet sepakbola Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya.

"Di tempat itu kami berencana membangun enam lapangan berstandar FIFA yang bisa digunakan untuk alet junior hingga senior. Dipilihnya Kecamatan Cikidang untuk pembangunan ini selain tempatnya yang tepat juga lahannya merupakan hibah untuk PSSI," tambahnya.

Iwan Bule panggilan akrabnya menargetkan di setiap daerah di Indonesia minimalnya memiliki satu Soccer Camp untuk memacu peningkatan kualitas atlet sepakbola Indonesia agar mampu bersaing dengan negara lainnya tidak hanya di tingkat Asean saja tetapi dunia.


 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar