Raja dan Ratu Belanda saksikan pentas Sendratari Ramayana di Prambanan

id Raja Belanda

Raja dan Ratu Belanda saksikan pentas Sendratari Ramayana di Prambanan

Raja Kerajaan Belanda Willem Alexander bersama Permaisuri Ratu Maxima berfoto bersama dengan para penari seusai menyaksikan langsung pentas Sendratari Ramayana di Panggung Tertutup Ramayana Ballet Prambanan. (Foto : Antara Victorianus Sat Pranyoto).

Sleman (ANTARA) - Raja Kerajaan Belanda Willem Alexander bersama Permaisuri Ratu Maxima dalam kunjungannya ke Yogyakarta berkesempatan menyaksikan langsung pentas Sendratari Ramayana di Panggung Tertutup Ramayana Ballet di komplek Candi Prambanan, Selasa sore.

Dalam kesempatan tersebut Raja dan Ratu Belanda di dampingi langsung Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok serta Duta Besar Lambert Grijns dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.

Setelah mendapat ucapan selamat datang dan sedikit pemaparan tentang Sendratari Ramayana dari Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono, Raja dan Ratu Belanda langsung menyaksikan pagelaran Ramayana.



Sepanjang pentas Sendratari Ramayana yang berdurasi sekitar 30 menit tersebut, baik Raja Willem dan Ratu Maxima nampak tidak pernah melepaskan pandangan dari pentas Sendratari di atas panggung yang dilengkapi dengan tata cahaya modern tersebut.

Bahkan Raja Willem maupun Ratu Maxima terlihat tersenyum dengan raut wajah kagum saat menyaksikan tarian-tarian yang diiringi dengan gamelan langsung tersebut.



Bahkan saat melihat tarian dari Hanuman dan prajurit kera yang sangat lincah, baik Raja Willem maupun Ratu Maxima tidak dapat menyembunyikan senyum kekagumannya.

Begitu juga ketika pentas Sendratari Ramayana berakhir, Raja Willem maupun Ratu Maxima langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan cukup panjang.

Setelah menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana, Raja Willem dan Ratu Maxima juga berkesempatan memberikan bingkisan dan foto bersama dengan para penari Sendratari Ramayana.


 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar