Sekolah di Yogyakarta bisa memilih metode belajar daring sesuai kondisi

id pembelajaran daring,sekolah yogyakarta,pencegahan covid-19

Sekolah di Yogyakarta bisa memilih metode belajar daring sesuai kondisi

Arsip Foto. Guru memberikan tugas dan berinteraksi dengan siswa lewat Google Classroom. ANTARA FOTO/Maulana Surya/ama.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyerahkan pemilihan metode pembelajaran daring yang akan mulai diterapkan Senin (23/3) kepada sekolah, disesuaikan dengan kondisi, kapasitas, dan kemampuan masing-masing sekolah.

“Ada beberapa metode pembelajaran yang bisa dipilih. Seperti e-learning dan konsultasi belajar online dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, atau aplikasi lain Jogja Belajar dari DIY, Google Classroom, Google School, bahkan bisa melalui WhatsApp (WA) dan manual jika tidak memungkinkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budhi Asrori di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Budhi, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada semua sekolah perihal kebijakan pembelajaran secara daring yang akan dijalankan selama 23 sampai 31 Maret guna mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19.

“Sekolah sudah siap. Untuk pilihan metode secara manual disebabkan keterbatasan prasarana yang dimiliki sekolah maupun siswa, maka bisa dilakukan dengan menyerahkan lembar kegiatan kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan kembali saat masuk sekolah,” katanya.

Budhi memastikan, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan terus melakukan evaluasi dan memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring tersebut dengan membuka posko pemantauan pengendalian pembelajaran daring dan meminta sekolah menyampaikan laporan dua hari sekali.

“Sekali lagi, ini bukan berarti sekolah libur. Metode pembelajarannya saja yang diubah dari datang langsung ke sekolah dengan metode daring,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Budhi, peran orang tua dalam membantu dan mengawasi proses belajar anak di rumah menjadi sangat penting.

“Jangan justru diajak berwisata atau jalan-jalan. Anak juga tidak boleh keluyuran seperti bermain di gim online atau nongkrong di tempat lain. Kalau masih banyak yang keluyuran, tentu metode ini tidak efektif dan menjadi pertimbangan Satgas COVID-19 dalam menentukan kebijakan selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta Siti Arina Budi Astuti mengatakan sekolahnya akan memanfaatkan google classroom untuk kegiatan pembelajaran secara daring.

“Siswa pun sudah memiliki WA grup untuk memudahkan pemantauan dan memberikan informasi mengenai pembelajaran,” katanya.

Ia pun memastikan seluruh guru sudah menyiapkan materi pembelajaran secara daring sehingga program itu langsung bisa diterapkan sejak Senin (23/3) dan diakses sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

“Pelaksanaan metode pembelajaran secara online ini pun tidak melebihi ketentuan jam pelajaran saat sekolah biasa,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar