Bantul adakan gerakan tanam bersama bawang merah dukung agrowisata

id Bawang merah Nawungan

Bantul adakan gerakan tanam bersama bawang merah dukung agrowisata

Tanaman bawang merah ramah lingkungan di pedukuhan Nawungan, Desa Selopamioro Imogiri Bantul, DIY (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama instansi terkait akan mengadakan gerakan tanam bersama bawang merah di bulak Dusun Nawungan, Desa Selopamioro guna mendukung pengembangan kawasan agrowisata tersebut.

"Dalam mendukung pengembangan atau istilah membangun image agrowisata di Nawungan, kami pada 5 Agustus akan mengadakan tanam bersama bawang merah, Bupati dan para pejabat akan turut bersama dalam gerakan itu," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Yus Warseno di Bantul, Sabtu.

Rencana gerakan tanam bersama komoditas hortikultura itu merupakan upaya lanjutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam mewujudkan agrowisata atau wisata berbasis pertanian bawang merah di wilayah perbukitan Nawungan Selopamioro setelah beberapa waktu mengadakan panen bersama.

Menurut dia, lahan pertanian bawang merah di Nawungan memang diproyeksikan sebagai agrowisata karena selain sistem pertanian yang diterapkan secara organik, lokasinya memiliki pemandangan alam dari dataran tinggi, sehingga dapat mengangkat potensi pariwisata.

"Kami sudah melibatkan pemangku kepentingan di pariwisata, kalau nanti konsep kegiatannya itu tidak hanya menguntungkan petani bawang merah, tapi semua masyarakat, jadi yang akan terlibat banyak dan ramai untuk membangun image pariwisata," katanya.

Dia mengatakan, total tanaman bawang merah di Desa Selopamioro sekitar 279 hektare, sekitar 90an hektare diantaranya berada di dataran tinggi Nawungan dengan sistem pertanian ramah lingkungan karena lebih banyak penggunaan pupuk organik ketimbang pupuk kimia.

"Total lahan di Nawungan 90an hektare, jadi kemarin itu sudah pada panen, tetapi sekarang sudah mulai bertahap akan ditanam semua, tanaman yang besok diinisiasi untuk tanam bersama sekitar 40 hektare, jadi lahan lama setelah panen diolah lagi," katanya.

Dengan gerakan tanam bersama itu, nantinya bawang merah Nawungan dan potensi wisata akan terangkat dan dikenal masyarakat luas, apalagi hasil panen bawang merah yang lalu mempunyai nilai ekonomis tinggi dan diminati pedagang besar dari berbagai daerah.

"Jadi lahan akan terus diolah setelah panen, tetapi arahnya ke arah organik, bahkan sekarang ini mereka petani sudah menikmati hasil dari panen kemarin," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar