Petani di Kulon Progo panen bawang merah di lahan surjan

id Kulon Progo

Petani di Kulon Progo panen bawang merah di lahan surjan

Panen padi dan bawang merah dengan sistem lahan surjan di Ngestiharjo, Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/HO-Aris Nugroho)

Kulon Progo (ANTARA) - Kelompok Tani Subur Makmur Ngestiharjo di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan panen perdana bawang merah di lahan surjan dengan komoditas bawang merah dengan produktivitas 25,24 ton per hektare dan padi 6,5 ton per hektare gabah kering giling.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Muh Aris Nugraha di Kulon Progo, Rabu, mengatakan panen di lahan surjan yang merupakan lahan sawah spesifik di DIY terasa lebih istimewa karena petani selain memanen bawang merah di lahan atasan juga sekaligus panen padi di lahan bawahnya, sehingga petani dapat memanen dua jenis komoditas di saat yang bersamaan.

"Lahan spesifik yang dibuat dengan kearifan lokal oleh nenek moyang kita untuk mengatasi masalah salah satunya banjir. Sampai saat ini pun masih relevan," kata Aris.

Menurut dia, keunggulan lahan surjan, yakni lahan atasan untuk budi daya sepanjang tahun, sehingga dengan air dari sumur ladang bisa menanam di luar musim sehingga mendapat harga yang baik.

Kemudian, lahan bawah untuk pola tanam padi padi palawija, sehingga ketahanan pangan juga terjamin. Sehingga perlu dipertahankan dan dilestarikan.

"Ke depan, kami mendorong petani memanfaatkan teknologi baru salah satu irigasi "springkel" dalam lahan surjan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman," katanya.

Aris mengatakan kegiatan penanaman bawang merah di lahan surjan merupakan bantuan dari dana keistimewaan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY seluas dua hektare di lahan atasan Kelompok Tani Subur Makmur. Dari Hasil Panen diperoleh produksi bawang merah sebesar 25, 24 ton per hektare.

Produktivitas panen bawang merah di lahan surjan tersebut merupakan produksi yang sangat tinggi dibandingkan dengan rata-rata kabupaten yang berkisar sebesar 9,6 ton. Sedangkan panen padi dengan varietas Inpari 42 di lahan bawah seluas empat hektare menghasilkan produksi 7,95 ton per hektare di atas rata-rata kabupaten sebesar 6,5 ton per hektare gabah kering giling (GKG).

"Kami meminta petani untuk mempertahankan lahan surjan dan tetap menjaga pola tanam dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Kulon Progo," kata Aris.
Panen padi dan bawang merah dengan sistem lahan surjan di Ngestiharjo, Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/HO-Aris Nugroho)
Plt Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ika Hartanti mengharapkan kelompok juga memulai agroindustry dengan pengolahan bawang merah menjadi olahan seperti bawang goreng, sambel bawang, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani.

"Petani harus produktif sehingga hasil panen dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya.

Sementara anggota DPRD DIY Sudarto dalam arahannya mengharapkan adanya pelestarian lahan surjan yg merupakan peninggalan nenek moyang kita, yang dengan kearifan lokal telah menciptakan lahan surjan.

"Kelebihan lahan surjan selain bebas banjir juga bisa dimanfaatkan untuk pertanaman di luar musim sehingga harapannya bisa memperoleh harga yang tinggi," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar