Paslon di Pilkada Sleman berkomitmen terapkan protokol COVID-19

id Pilkada Sleman 2020,Pilkada Serentak 2020,Paslon Pilkada Sleman,Penetapan paslon,Kabupaten Sleman,Sleman

Paslon di Pilkada Sleman berkomitmen terapkan protokol COVID-19

Arsip. Tiga paslon Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman pada pengambilan undian nomor urut yang diselenggarakan KPU Kabupaten Sleman di Gedung Serbaguna Sleman. ANTARA/HO-KPU Sleman/am.

Sleman (ANTARA) - Pasangan calon Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman pada Pilkada Serentak 2020 berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dalam pelaksanaan tahapan pemilihan untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran virus Corona.

"Dalam pilkada di masa oandemi COVID-19 ini, kami berkomitmen untuk tetap melindungi masyarakat, terutama mencegah terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19," kata calon Bupati Sleman Sri Muslimatun di Sleman, Selasa.

Menurut dia, pelaksanaan pilkada di tengah pandemi COVID-19 mengubah kebiasaan kampanye yang melibatkan massa.

"Agenda-agenda kampanye yang melibatkan kerumunan massa secara tegas dilarang oleh PKPU Nomor 13 Tahun 2020 dan Maklumat Kapolri Nomor Mak/3/IX/2020," katanya.

Ia mengatakan, dirinya yang berpasangan dengan calon Wakil Bupati Sleman Amin Purnama siap mematuhi aturan tersebut dan komitmen untuk melindungi masyarakat dengan tidak menggelar kerumunan massa.

"Kerja-kerja kami dilandasi dengan prinsip kemanusiaan. Politik untuk kemanusiaan dan demokrasi untuk kemanusiaan," katanya.

Sri Muslimatun yang berpasangan dengan Amin Purnama (MuliA) mengaku ingin menang secara terhormat. Pendekatan yang dilakukan pun dengan cara "memuliakan" masyarakat.

"Kita harus memuliakan masyarakat dengan tidak pamer massa. Tidak perlu aksi-aski arogan seperti itu," katanya.

Ketua Tim Pemenangan Sri Muslimatun-Amin Purnama, Hasto Karyantoro menjamin, seluruh perangkat pemenangan akan menjalankan protokol kesehatan.

"Sosok Sri Muslimatun sebagai pakar kesehatan masyarakat, dan Amin Purnama sebagai advokat dapat menjadi contoh bagi jajarannya untuk mematuhi aturan keselamatan," katanya.

Ia mengatakan, seluruh perangkat pemenangan hingga ke akar rumput akan patuh terhadap aturan protokol kesehatan.

"Mereka akan mencontoh Ibu Muslimatun dan Pak Amin, yang merupakan paslon dengan nomor urut 2," katanya.

Sedangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya-Agus Choliq (DWS-ACH) juga menyatakan siap untuk melaksanakan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada 2020.

"Kami siap untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap tahapan pilkada untuk mencegah penyebaran COVID-19," katanya.

Menurut dia, pihaknya juga akan menghindari kegiatan-kegiatan yang sifatnya pengerahan massa, atau berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi.

Bahkan saat seusai penetapan nomor urut paslon oleh KPU Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu, pasangan nomor urut 1 yang diusung Partai Gerindra, PKB dan PPP itu langsung meninggalkan Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman dan menolak saat diminta wawancara awak media.

"Maaf teman-teman media, bukan bermaksud tidak sopan, saya hanya berupaya mengikuti kebijakan penerapan protokol COVID-19 saja," kata calon Bupati Sleman Danang WS.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menetapkan tiga pasangan calon (paslon) yang maju dalam Pemilihan Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman pada Pilkada 2020.

Tiga paslon yang ditetapkan KPU Sleman tersebut masing-masing pasangan nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistiya dan calon Wakil Bupati Sleman Agus Choliq yang diusung koalisi Gerbang Persatuan terdiri dari Gerindra, PKB dan PPP.

Selanjutnya pasangan calon nomor urut 2, Sri Muslimatun dan Amin Purnama yang diusung koalisi Partai NasDem, Partai Golkar dan PKS.

Serta pasangan nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo dan calon Danang Maharsa yang diusung PDIP-PAN.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar