Baznas Yogyakarta mengarahkan program pemberdayaan di Sungai Gajah Wong

id Baznas Yogyakarta,pemberdayaan,masyarakat,Sungai Gajah Wong

Baznas Yogyakarta mengarahkan program pemberdayaan di Sungai Gajah Wong

Jajaran pimpinan Baznas Kota Yogyakarta saat menyerahkan laporan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, 6 April 2021. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta memastikan program pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan akan tetap digulirkan pada tahun ini, namun dengan sasaran baru yaitu warga di bantaran Sungai Gajah Wong.

Sebelumnya, program tersebut telah dijalankan untuk warga Mrican Giwangan Yogyakarta melalui program Kampung Taqwa dan di Kampung Sudagaran yang berada di bantaran Sungai Winongo dengan program Kampung Sudagaran Sejahtera.

"Tahun ini, ada lokasi baru untuk pemberdayaan yaitu warga di bantaran Sungai Gajah Wong. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan juga akademisi," kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta Syamsul Azhari di Yogyakarta, Selasa.

Selain itu, Baznas Kota Yogyakarta juga tetap akan melakukan pendampingan kepada warga di Kampung Sudagaran karena program pemberdayaan di kampung tersebut berjalan tiga tahun. Warga Sudagaran yang sebelumnya beternak babi telah alih profesi dengan membuka toko kelontong hingga memelihara sapi.



Sedangkan program pemberdayaan untuk warga di bantaran Sungai Gajah Wong akan dilakukan melalui program Kampung Jawa, yaitu pemberdayaan melalui penataan lingkungan, arsitektur, hingga peningkatan nilai dan norma kehidupan di masyarakat.

Warga yang menjadi sasaran adalah warga yang sebagian besar bekerja di jalanan sehingga tidak memiliki kejelasan status tempat tinggal dan identitas.

Program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan Baznas Kota Yogyakarta tersebut bahkan menjadi percontohan untuk program Zakat Community Development.

Berbagai program yang dijalankan oleh Baznas Kota Yogyakarta tersebut merupakan bagian dari pentasyarufan zakat, infak, dan sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL)

Total zakat, infak, sedekah, dan DSKL yang dapat dihimpun Baznas Kota Yogyakarta pada 2020 mencapai Rp5,45 miliar atau mengalami penurunan dibanding 2019 sebesar Rp5,9 miliar.

Meski demikian, Basznas Kota Yogyakarta justru meningkatkan target penerimaan zakat, infak, sedekah, dan DSKL pada 2021 menjadi Rp7,9 miliar sehingga berbagai program yang sudah direncanakan bisa dilakukan secara optimal.

“Pada 2020, kami juga membantu penanganan COVID-19 dengan nilai total Rp1,9 miliar,” katanya.

Sejumlah program yang direncanakan Baznas Kota Yogyakarta di antaranya, Jogja Taqwa, Jogja Peduli, Jogja Cerdas, Jogja Sejahtera, dan Jogja Sehat.*
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar