Ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di Sleman mencukupi

id Tempat tidur COVID-19 ,Bed COVID-19 Sleman ,Dinas Kesehatan Sleman ,COVID-19 Sleman ,Kabupaten Sleman ,Sleman ,COVID-19

Ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di Sleman mencukupi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, DIY Joko Hastaryo. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman, DIY (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan saat ini ketersediaan tempat tidur rumah sakit (RS) untuk pasien COVID-19 di Sleman sangat mencukupi baik kritikal mapun nonkritikal.

"Perkembangan kapasitas bed (tempat tidur) rumah sakit di Sleman sangat menggembirakan, untuk bed kritikal 56 naik menjadi 224, kemudian nonkriitikal 58 jadi 95,' kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Kamis.

Menurut dia saat ini masih ada permintaan rumah sakit yang kosong tetapi tidak setinggi awal Juli 2021.

"Dengan kapasitas yang ada saat ini masih bisa menampung pasien yang rujukan maupun yang langsung ke IGD," katanya.

Ia mengatakan, perhatian pemerintah pusat cukup tinggi terhadap penanganan COVID-19 dengan akan dibuatnya beberapa selter-selter terpusat maupun RS darurat sebagai sayap RSUD Sardjito dengan memanfaatkan gedung Madriyah Islamic Center.

"Sementara Gedung UC UGM dan Wisma Kagama akan menjadi sayapnya Rumah Sakit Akademuk (RSA) UGM," katanya.

Joko mengatakan, konsep sayap seperti ini akan sangat membantu rumah sakit dalam penanganan pasien COVID-19 karena bisa dimanfaatkan bagi pasien.

"Pasien tidak harus menunggu di rumah sakit utama selama 14 hari namun bila kondisi sudah membaik setelah 10 hari bisa dipindahkan ke rumah sakit sayap," katanya.

Ia mengatakan, untuk penambahan kasus positif COVID-19 harian di Sleman masih fluktuatif. Beberapa hari terakhir cenderung agak naik dari Senin (26/7) 285 kasus konfirmasi positif, Selasa (27/7) sebanyak 332 dan Rabu (28/7) sebanyak 386 kasus.

"Namun secara mingguan sudah ada kecenderungan menurun walaupun belum menukik tajam. Perkembangan kesembuhan bertambah cukup lumayan di angka 326 pada Selasa (27/7) dan Rabu (28/7)menjadi 623, namun kematian juga bertambah, di angka 14 untuk Selasa (27/7)dan Rabu (28/7) naik menjadi 29 kasus," katanya.

Kepala Dinkes yang akan memasuki masa pensiun pada 31 Juli tersebut mengaku prihatin saat mendengar adanya beberapa wartawan di Sleman yang terkonfirmasi positif, karena dalam menjalankan tugasanya banyak berhubungan dengan orang.

"Saya berharap agar tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan bila bertemu dengan orang lain supaya menggunakan dobel masker, karena dengan adanya varian baru penularannya cepat. Selalu jaga imun dengan makanan yang bergisi ditambah vitamin," demikian Joko Hastaryo.

 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, DIY Joko Hastaryo yang akan memasuki purna tugas pada 31 Juli 2021 menerima kenang-kenangan dari Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman)
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar