Bupati Sleman minta Menparekraf mempromosikan Sentra Jamu Gendong Gesikan

id Jamu gendong Gesikan ,Menparekraf Sandiaga Uno ,Sentra Jamu Gendong ,Kabupaten Sleman ,Sleman ,Jamu tradisional

Bupati Sleman minta Menparekraf mempromosikan Sentra Jamu Gendong Gesikan

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menerima kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno di Sentra Industri Jamu Gendong Gesikan, Tempel, Sleman. Foto ANTARA/HO-Humas Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membantu mempromosikan Sentra Industri Jamu Gendong di wilayah Gesikan, Tempel Kabupaten Sleman.

Permintaan tersebut disampaikan Kustini Sri Purnomo saat menerima kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Sentra Industri Jamu Gendong Gesikan pada Jumat (14/1) malam.

"Dalam kesempatan tersebut kami meminta kepada Menteri Sandiaga Uno untuk turut mempromosikan jamu gendong yang ada di Padukuhan Gesikan ini, agar masyarakat tahu bahwa jamu gendong ini tidak kalah dengan yang lainnya," kata Kustini di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, hal tersebut untuk melestarikan jamu gendong di Kabupaten Sleman, dan sekaligus meningkatkan pemasaran produk usaha mikro, kecil dan menengah UMKM).

"Sehingga nantinya juga bisa mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sleman," katanya.

Sementara itu saat menyambangi Sentra Industri Jamu Gendong di Padukuhan Gesikan, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Sleman Menparekraf sempat mencicipi jamu gendong produksi masyarakat wilayah tersebut.

Menurut Sandiaga jamu gendong rasanya enak dan bisa menghangatkan tubuh. Oleh karena tu, sentra industri jamu gendong perlu didukung dan dipromosikan untuk meningkatkan destinasi wisata.

"Terlebih,industri jamu gendong dapat meningkatkan wisata kesehatan atau wellness tourism," katanya

Menurutnya sentra industri jamu gendong tersebut bisa menjadi salah satu tujuan wisata untuk "travel pattern" dalam pengembangan destinasi super prioritas Borobudur.

Di Padukuhan Gesikan terdapat sekitar 30 perajin jamu gendong.


Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.