Ridwan Kamil terkesan dengan Masjid Jogokariyan

id ridwan kamil

Ridwan Kamil terkesan dengan Masjid Jogokariyan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) dan Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan Yogyakarta Muhammad Jazir ASP (ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar)

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat terkesan dengan sistem pengelolaan dan program yang ada di Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil merasa kekompakan jamaah di Masjid Jogokariyan sangat luar biasa.

"Hal itu menandakan muamalahnya Jogokariyan luar biasa, karena kekompakan dan juga konsep yang ada di sini sangat baik," ujarnya saat hadir di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Rabu (6/4) subuh.

Ridwan Kamil menyebut di Jawa Barat ada lebih dari 100 ribu masjid. Ia berharap setelah pulang ke Jawa Barat nanti bisa membawa oleh-oleh yang berguna dari Jogokariyan.

"Semoga nanti saya bawa oleh-oleh dari Jogokariyan untuk pengelolaan masjid di Jawa Barat agar bisa jadi lebih baik," katanya.

Masjid Jogokariyan adalah salah satu masjid yang cukup terkenal di Yogyakarta. Masjid tersebut dikenal dengan program-program yang inovatif.

Berbagai program itu bisa menyejahterakan jamaah yang tinggal di sekitar masjid tersebut dengan cara-cara yang kreatif.

Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan Yogyakarta Muhammad Jazir ASP menyatakan dahulu jumlah muzakki di Masjid Jogokariyan jumlahnya tidak sampai 10 orang. Namun, jumlah itu bertambah berkali-kali lipat sekarang.

Ia menjelaskan awal mula memulai program yang bisa menyejahterakan jamaah di Masjid Jogokariyan. Salah satunya adalah dengan melakukan kajian tentang harta.

"Dulu awalnya kami lakukan kajian tentang harta, kami bahas soal manfaat harta, fungsi harta, ujian dan cobaan dan tanggung jawab pada harta lalu masuk pada sedekah dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan ia ingin jamaah Masjid Jogokariyan dan masyarakat sekitar menjadi mandiri. Hal itu yang membuat masjid yang terletak di Kecamatan Mantrijeron itu memberikan bantuan modal usaha kepada para jamaah.

"Kami juga mendorong jamaah untuk berusaha, jadi kas masjid itu kami gunakan untuk modal usaha jamaah. Program kami adalah mengubah mustahik menjadi muzakki. Kami juga melihat ketika ibadah jamaah itu bagus, muamalahnya juga bagus," kata Jazir.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.