Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) Jawa Timur mengampanyekan pencegahan stunting melalui makanan bergizi untuk anak usia dini dengan membuat kreasi dari bahan makanan atau food art.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK Ubaya), Moh. Sultan Takdir Alisyabana di kampus setempat Rabu mengatakan, per tahun 2023 sebanyak 21,6 persen anak Indonesia mengalami stunting. Jumlah ini menjadi terbanyak ke-5 di Asia dan 27 di dunia.
"Sebagai mahasiswa yang belajar ilmu kedokteran, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi memberikan edukasi tentang pencegahan stunting. Dimulai dengan sosialisasi makanan bergizi untuk anak usia di bawah lima tahun melalui food art. Bahan makanannya pun mudah didapatkan," katanya.
Konsep food art dipilih agar menarik perhatian dan meningkatkan nafsu makan anak. Food art terdiri atas ragam makanan dengan gizi seimbang untuk mencegah stunting, seperti karbohidrat, lauk pauk, sayuran, serta buah-buahan.
Karbohidrat yang dipilih adalah nasi dan roti yang biasa dikonsumsi. Untuk lauk pauk terdiri atas protein hewani seperti daging sapi dan telur. Semua bahan makanan itu dihias dengan sayur-sayuran dan buah-buahan yang biasa dikonsumsi anak-anak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahasiswa FK Ubaya kampanyekan pencegahan stunting anak usia dini
Berita Lainnya
86 kasus mafia tanah di Indonesia ditargetkan selesai pada 2024
Sabtu, 4 Mei 2024 4:36 Wib
Menparekraf rilis buku 1.500 inspirasi
Selasa, 20 Desember 2022 6:43 Wib
Dipromosikan, jalur kuno wisata Gunung Penanggungan
Minggu, 14 Agustus 2022 7:31 Wib
Tim putra Ubaya juara liga mahasiswa
Selasa, 25 Februari 2014 11:08 Wib
Mahasiswi Ubaya rancang kursi dari karton telur
Selasa, 17 Desember 2013 22:32 Wib
Mahasiswi Ubaya rancang lampu dari botol pecah
Sabtu, 23 November 2013 0:08 Wib
Mahasiswa Ubaya ciptakan mainan edukasi buang sampah
Rabu, 2 Oktober 2013 23:43 Wib