Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta segera menambah perangkat sistem peringatan dini atau "early warning system (EWS)" otomatis di Sungai Gajah Wong, Code, dan Winongo untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga apabila terjadi banjir.
"EWS otomatis ini tentunya lebih cepat waktu responsnya karena level permukaan air terpantau lebih akurat," kata Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Darmanto di Yogyakarta, Kamis.
Sistem otomatis itu, kata dia, akan melengkapi EWS manual yang selama ini sudah digunakan.
Berbeda dengan sistem manual yang masih bergantung pada pemantauan visual melalui CCTV dan laporan warga, menurut dia, EWS otomatis bekerja secara mandiri menggunakan sensor ketinggian air dan jaringan internet.
Perangkat tersebut akan langsung mengeluarkan bunyi peringatan manakala ketinggian air mencapai level tertentu.
Dengan demikian, dia berharap waktu respons terhadap ancaman banjir bisa lebih cepat, sehingga warga dapat segera melakukan tindakan evakuasi.
Dia menyebut sebanyak tiga EWS otomatis akan dipasang di masing-masing sungai. Di Sungai Code, perangkat akan ditempatkan di Kampung Ledok Tukangan, Jagalan Beji, dan Sorosutan.
Sementara itu, di Sungai Winongo akan dipasang di Kampung Serangan, Gampingan, dan Suryowijayan, sedangkan di Sungai Gajah Wong, EWS dipasang di Kampung Gendeng Timur, Balirejo, dan Tegalgendu.
Menurut dia, pengadaan EWS otomatis tersebut dibiayai melalui APBD Kota Yogyakarta 2025 dengan total anggaran sekitar Rp199,5 juta per sungai.
Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap lelang pengadaan secara elektronik dan diperkirakan mulai beroperasi pada akhir Februari 2025.
"Saat sudah terpasang kami juga akan melakukan simulasi yang melibatkan masyarakat dan kampung tangguh bencana di sekitar EWS," ujar Darmanto.
Saat ini sudah ada sebanyak 17 EWS manual yang sudah terpasang dengan rincian di Sungai Code delapan titik, Sungai Winongo empat titik, dan Sungai Gajah Wong lima titik.