
Pemkot Yogyakarta jemput bola tingkatkan aktivasi IKD

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggencarkan program jemput bola untuk meningkatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di kalangan masyarakat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta Septi Sri Rejeki di Yogyakarta, Senin, mengatakan hingga kini capaian aktivasi IKD di wilayahnya telah mencapai 7,23 persen atau melampaui target 2025 yang ditetapkan sebesar enam persen.
"Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah sampai nanti akhir tahun 2025," ujar dia.
Menurut Septi, program jemput bola menjadi salah satu strategi utama mendorong percepatan aktivasi IKD di tengah masyarakat. Program ini telah dilaksanakan sejak IKD resmi diluncurkan pada 2022.
Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, kata dia, kegiatan jemput bola dilakukan di wilayah-wilayah kelurahan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta meminta masyarakat segera aktivasi IKD
Selain itu, Disdukcapil juga menyasar perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
"Harapannya dengan berbagai upaya ini, capaian aktivasi IKD di Kota Yogyakarta dapat terus meningkat," ujar Septi.
Meskipun demikian, menurut dia, proses aktivasi tidak selalu berjalan mulus lantaran masih banyak masyarakat yang merasa khawatir akan keamanan data pribadi mereka, serta terdapat kendala teknis seperti smartphone yang tidak mendukung aplikasi IKD.
"Ada masyarakat yang masih khawatir dengan keamanan data mereka. Ada juga yang smartphone-nya tidak mendukung ketika diinstal aplikasi IKD. Selain itu, masih ada warga Kota Yogya yang tempat tinggalnya di luar kota sehingga saat kita lakukan jemput bola, mereka tidak bisa ditemui," kata dia.
Baca juga: Drive thru cetak KTP di Kota Yogyakarta tambah layanan aktivasi Digital ID
Hal itu dibenarkan oleh salah satu petugas Dindukcapil Kota Yogyakarta Peni Kurniawati yang mengaku kerap menemui warga yang masih khawatir untuk melakukan aktivasi IKD.
"Untuk itu sebelum masyarakat melakukan aktivasi IKD, kami jelaskan kepada mereka tentang aplikasi tersebut," kata dia.
Peni mengingatkan masyarakat yang ingin memanfaatkan program jemput bola diharapkan membawa KTP atau kartu keluarga (KK), dan smartphone yang telah diinstall aplikasi IKD.
"Waktunya pun tidak lama, biasanya kurang dari lima menit sudah selesai," ujarnya.
Baca juga: Yogyakarta sasar 7.000 pemilih pemula rekam data kependudukan
Baca juga: Disdukcapil Yogyakarta dorong warga miliki Identitas Kependudukan Digital
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
