Yogyakarta (ANTARA) - Bank Jateng memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui dukungan terhadap peluncuran program rendah karbon (low carbon), reboisasi, dan konservasi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Program yang diinisiasi oleh Rumah Ramah Alambuh tersebut difokuskan pada tiga wilayah prioritas, yakni Kecamatan Pandanarum, Banjarmangu, dan Wanayasa.
Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Bidang II) Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho di Banjarnegara, Kamis (29/1), menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Bank Jateng dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah utara Banjarnegara.
"Kami berterima kasih kepada Bank Jateng atas dukungannya. Kami berharap tahun depan cakupan program ini dapat diperluas ke kecamatan lain guna mendukung terwujudnya Banjarnegara yang maju dan sejahtera," ujar Riatmojo.
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Bank Jateng Cabang Banjarnegara, Lili Widiyani menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah daerah untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurut Lili, Bank Jateng berkomitmen hadir dalam kegiatan yang memberikan manfaat ganda, yakni perlindungan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi.
"Dukungan ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan agar aman dari bencana, tetapi juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomis bagi warga di masa depan," jelasnya.
Adapun fokus kegiatan konservasi kali ini menyasar penanaman komoditas aren dan vanili. Kedua jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai jual tinggi sekaligus efektif dalam menjaga kualitas tanah dan serapan air.
Melalui kolaborasi ini, Bank Jateng berupaya menyelaraskan aspek pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan ekosistem secara berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah.
