Bantul dominasi ekspor industri di DIY
Minggu, 2 September 2018 8:39 WIB
Grabah Kasongan Seorang pengrajin gerabah sedang melakukan proses finishing di salah satu Sanggar Fifin keramik Parimin Desa Kasongan, Bantul, D.I.Yogyakarta. (Foto ANTARA/Isroviana/ags/17)
Bantul (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengatakan kabupaten ini mempunyai kontribusi terbesar terhadap ekspor industri kreatif yang ada di provinsi ini.
"Kabupaten Bantul memiliki kontribusi terbesar ekspor industri DIY, memiliki jumlah perajin terbanyak, dengan demikian maka tepatlah kalau masyarakat, orang-orang Bantul ini adalah orang kreatif," katanya di Bantul, Minggu.
Menurut dia, karena kontribusinya dalam ekspor industri kreatif tersebut, maka Bantul secara khusus pada 2017 telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif kriya terkuat di Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif Nasional.
Wabup mengatakan, orang-orang Bantul benar-benar kreatif ini terbukti dari banyaknya produk industri UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang ada di Bantul tersebut bergerak pada sektor industri kreatif.
"Hal ini juga dikuatkan dengan fakta bahwa berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sektor industri di Bantul telah melampaui kontribusinya dari sektor pertanian yang selama bertahun-tahun menempati rangking satu," katanya.
Di sisi lain, lanjut Wabup, Kabupaten Bantul juga menjadi kabupaten di DIY yang melestarikan heritage dunia dan bahkan menjadikan ciri khas daerah ini atas apa yang diproduksi dari masyarakat perajin.
"Secara khusus bahwa ada heritage dunia berupa batik, wayang kulit dan keris yang tiga-tiganya heritage dunia ini diproduksi di Bantul, dengan demikian Kabupaten Bantul adalah kabupaten yang melestarikan heritage dunia itu," katanya.
Wabup juga mengatakan, salah satu upaya mendorong pertumbuhan sektor industri kreatif di Bantul terutama pada kerajinan batik, digelar pameran batik yang dikemas dalam Gebyar Batik Bantul pada 31 Agustus sampai 2 September 2018.
"Gebyar Batuk Bantul ini diharapkan dapat memacu semangat para perajin batik untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas batik serta mampu melakukankan standarisasi produk," kata Wabup.
Dengan demikian, kata dia, produk Bantul akan dapat bersaing dan mempunyai nilai jual tinggi menembus pasar nasional bahkan internasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup para perajinnya.
"Kabupaten Bantul memiliki kontribusi terbesar ekspor industri DIY, memiliki jumlah perajin terbanyak, dengan demikian maka tepatlah kalau masyarakat, orang-orang Bantul ini adalah orang kreatif," katanya di Bantul, Minggu.
Menurut dia, karena kontribusinya dalam ekspor industri kreatif tersebut, maka Bantul secara khusus pada 2017 telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif kriya terkuat di Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif Nasional.
Wabup mengatakan, orang-orang Bantul benar-benar kreatif ini terbukti dari banyaknya produk industri UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang ada di Bantul tersebut bergerak pada sektor industri kreatif.
"Hal ini juga dikuatkan dengan fakta bahwa berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sektor industri di Bantul telah melampaui kontribusinya dari sektor pertanian yang selama bertahun-tahun menempati rangking satu," katanya.
Di sisi lain, lanjut Wabup, Kabupaten Bantul juga menjadi kabupaten di DIY yang melestarikan heritage dunia dan bahkan menjadikan ciri khas daerah ini atas apa yang diproduksi dari masyarakat perajin.
"Secara khusus bahwa ada heritage dunia berupa batik, wayang kulit dan keris yang tiga-tiganya heritage dunia ini diproduksi di Bantul, dengan demikian Kabupaten Bantul adalah kabupaten yang melestarikan heritage dunia itu," katanya.
Wabup juga mengatakan, salah satu upaya mendorong pertumbuhan sektor industri kreatif di Bantul terutama pada kerajinan batik, digelar pameran batik yang dikemas dalam Gebyar Batik Bantul pada 31 Agustus sampai 2 September 2018.
"Gebyar Batuk Bantul ini diharapkan dapat memacu semangat para perajin batik untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas batik serta mampu melakukankan standarisasi produk," kata Wabup.
Dengan demikian, kata dia, produk Bantul akan dapat bersaing dan mempunyai nilai jual tinggi menembus pasar nasional bahkan internasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup para perajinnya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Bantul kerahkan alat berat pangkas pohon beringin di pertigaan Kasongan
06 January 2025 17:33 WIB, 2025
Wapres RI harapkan ada regenerasi industri gerabah Kasongan Bantul, DIY
07 August 2024 14:27 WIB, 2024
Wapres RI meninjau MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo di Kasongan Bantul, DIY
07 August 2024 14:03 WIB, 2024
Kemenkumham DIY menyerahkan sertifikat Indikasi Geografis gerabah Kasongan
30 April 2024 18:02 WIB, 2024
Bupati Bantul tinjau sentra industri kreatif kerajinan gerabah di Kasongan
14 April 2022 20:31 WIB, 2022
Kreativitas di Bantul diharapkan dapat mengembangkan produk unggulan
08 November 2018 20:28 WIB, 2018
BUMN HADIR - SMN Kepulauan Riau kunjungi industri gerabah Kasongan
10 September 2018 16:58 WIB, 2018