Bantul (ANTARA Jogja) - Omzet penjual produk kerajinan dengan bahan baku rotan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada bulan Ramadhan ini meningkat dibanding hari-hari biasa.
"Bulan puasa ini ada peningkatan pembelian barang, sekitar 10 hingga 15 persen," kata penjual kerajinan rotan di kawasan Jalan Bantul, Dusun Nyemengan, Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Atang Sabara, Selasa.
Menurut dia, barang kerajinan rotan yang dijualnya antara lain penyekat ruangan yang dijual dengan harga Rp400.000 untuk sekat tiga pintu dan sebesar Rp550.000 untuk sekat empat pintu.
Kemudian, kata dia satu set meja kursi dengan harga mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta, ayunan bayi dengan harga Rp50.000/buah dan kuda-kudaan Rp100.000 serta kap lampu dengan harga Rp40.000 per buah.
"Produk kerajinan yang paling diminati yakni sekat pintu dan satu set meja kursi. Dalam sepekan ini bisa laku terjual dua hingga tiga buah sehari, kalau hari biasa paling cuma dua buah," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya penjualan selama sebulan penuh pada bulan Ramadhan hingga Lebaran bisa mencapai sekitar Rp20 juta, namun kalau bulan biasa maksimal Rp15 juta.
"Konsumennya sebagian besar masyarakat lokal yang mempunyai rumah baru di kawasan perumahan, namun ada juga beberapa dari luar daerah. Saya pernah mengirim ke Jakarta dan Tangerang," katanya.
Menurut dia, selain menjual kerajinan rotan di kawasan Bantul, dirinya juga membuka di kawasan jalan Wates, Gamping, Kabupaten Sleman. Dirinya mengaku keramaian pembeli kerajinan sebanding.
"Kalau di kawasan jalan Bantul ini pembeli rata-rata warga sekitar atau wisatawan yang mampir saat usai berkunjung ke objek wisata Pantai Parangtritis, namun kalau di jalan Wates rata-rata hanya pas kebetulan lewat," katanya.
(KR-HRI)
