Petani tanam padi hibrida pada musim hujan

id tanam padi bantul

Tanam padi (Foto Antara/Noveradika)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kelompok tani di Desa Srigading, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menanam padi jenis hibrida pada musim hujan yang diperkirakan terjadi pada awal November 2012.

"Memasuki musim hujan nanti kami akan tanam padi jenis hibrida, karena produktivitasnya tinggi, bisa mencapai 12 sampai 15 ton per hektare," kata penasihat Kelompok Tani "Sri Rejeki" Desa Srigading, Bantul, Sugito, Selasa.

Menurut dia, kelompok yang beranggotakan 65 orang dengan lahan garapan seluas 22 hektare ini lebih cenderung menanam padi kualitas menengah ini, termasuk dirinya yang menggarap lahan seluas 8.000 meter persegi.

"Untuk benih padi dan traktor untuk membajak sawah sudah siap. Tinggal menunggu waktu hujan, kalau perkiraannya sekitar awal November mendatang," katanya.

Menurut dia, padi hibrida merupakan jenis padi dengan produktivitas tinggi diatas padi biasa yang rata-rata 10 ton per hektare, namun tidak dianjurkan dari dinas pertanian setempat karena rentan terhadap serangan wereng.

Menurut dia, dinas menganjurkan tanam padi jenis Ciherang, Inpari dan situbagendit, yang tahan wereng, namun kelompok tidak karena mempunyai cara sendiri dalam mengendalikan serangan hama.

"Kita terapkan sistem tanam benih langsung tidak melalui penyemaian, karena cara ini bisa menguatkan batang dibanding harus disemai lebih dulu. Logikanya hama akan memilih makanan yang lembek ketimbang keras," katanya.

Menurut dia, petani di daerah ini memang bergantung pada musim, jika air melimpah seperti saat musim hujan, petani akan menanam padi, namun kalau kemarau petani menanam bawang merah dan cabai yang bisa tumbuh meski irigasi sedikit.

"Tiap tahun kita hanya tanam padi sekali, selebihnya bawang merah dua kali dan cabai sekali. Kalau kemarau daerah ini sulit air, karena bendung Kamijoro di Pijenan debit airnya sangat sedikit," kata dia.

(T.KR-HRI)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar