Jogja (Antara Jogja) - Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta akan melakukan peningkatan kondisi Jembatan Serangan melalui program pengembangan "site furniture" di jembatan yang membelah Sungai Winongo tersebut.
"Perencanaan pengembangan `site furniture` di Jembatan Serangan sudah dilakukan sejak tahun lalu dan pada tahun ini baru akan dikerjakan," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, tujuan dari pelaksanaan program `site furniture` adalah meningkatkan sisi artistik bangun bangunan monumental untuk keperluan aksesori keindahan kota.
Jembatan, lanjut dia, merupakan salah satu bangunan monumental yang menyimbolkan keberadan Keraton Ngayogyakarta sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Yogyakarta.
"Seperti diketahui, Keraton Ngayogyakarta diapit oleh dua sungai, yaitu Code dan Winongo. Karenanya, jembatan menjadi bangunan monumental yang menyimbolkan keberadaan keraton," katanya.
Program pengembangan "site furniture" telah dilakukan di Jembatan Sayidan yang membelah Sungai Code dengan membangun semacam benteng di tiap ujung jembatan.
"Di Jembatan Serangan, juga dilakukan pengembangan serupa. Nantinya, juga akan dilengkapi dengan ciri khas lain dari wilayah tersebut, seperti patung Bregodo Wiroprojo," katanya.
Total dana yang dianggarkan untuk pengembangan "site furniture" di Jembatan Serangan adalah Rp300 juta dan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah akan segera melimpahkan proyek pekerjaan tersebut ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
"Proses lelang diharapkan berjalan dengan lancar dalam waktu tiga pekan sehingga pekerjaan fisik sudah bisa dilakukan pada pertengahan April," katanya.
Pekerjaan pengembangan "site furniture" di Jembatan Serangan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan karena banyak detil bangunan yang membutuhkan ketelitian cukup tinggi.
Selain Jembatan Serangan, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta menargetkan akan mengembangkan program "site furniture" tersebut ke jembatan-jembatan lain.
"Paling tidak, setiap tahun ada satu jembatan yang ditambah dengan ciri khas kewilayahannya. Tahun depan, dimungkinkan akan dilakukan di Jembatan Taman Sari yang berada di Jalan S. Parman," katanya yang berharap pekerjaan tersebut memperoleh tanggapan positif dari masyarakat.
(E013)
