Sleman (Antara Jogja) - Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih memburu beberapa tersangka lain, salah seorang di antaranya pelaku utama, setelah menangkap dua tersangka pembunuhan siswi SMK YPKK Maguwoharjo, Sleman, Priya Puspita Restanti (16).
"Pelaku utama pemerkosaan disertai pembunuhan dan perampasan terhadap Priya Puspita Restanti warga Dusun Medelan, RT 02, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, belum tertangkap," kata Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman, Jumat.
Ia mengatakan polisi telah menangkap lima orang, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sisanya masih sebagai saksi.
Menurut dia, dua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan pacar korban, yaitu YN (19) warga Dusun Gatak, Selomartani, Kalasan, Sleman, dan BG (16).
Sedangkan tiga saksi yaitu AR, SHY, dan ED. "Mereka belum menjadi tersangka," katanya.
Ia mengatakan pelaku yang masih dalam pengejaran yakni ADR yang merupakan pelaku utama, kemudian BBG, JN, dan TN.
"Dari pemeriksaan awal terhadap tersangka dan saksi, pelaku utama dalam kasus ini berinisial ADR. Sebab, korban diperkosa pertama kali, dan dibunuh oleh ADR ini. Secepatnya kami akan menangkap para pelaku tersebut," katanya.
Heri mengatakan dalam pemeriksaan awal terungkap kasus pembunuhan ini berawal pada Selasa (9/4) sore korban diajak BBG ke suatu tempat untuk makan.
Kemudian di tengah jalan, keduanya bertemu dengan BG. "Setelah itu, ketiganya menuju ke rumah YN di daerah Gatak, Selomartani, Kalasan, Sleman. Rumah itu milik keluarga YN, yang merupakan rumah kosong. Kemudian mereka bertiga (belum dengan korban) menenggak minuman keras jenis arak," katanya.
Kemudian YN menghubungi temannya, berinisial ADR, JN, dan TN. Setelah teman-temannya ini datang, baru kemudian semuanya meminum arak empat botol sebesar botol air mineral tanggung (500 ml), yang dibeli di daerah Klaten.
"Setelah itu, baru korban dipaksa untuk meminum minuman keras tersebut," katanya.
Ia mengatakan, hingga Selasa (19/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB korban pingsan, dan diperkosa bergiliran oleh para pelaku tersebut sampai pukul 24.00 WIB. Pemerkosaan dilakukan pertama kali oleh ADR.
"Pada Rabu (10/4) pagi, kepala korban bagian belakang dipukul menggunakan balok kayu hingga tewas. Pembunuhan ini juga diawali oleh pelaku berinisial ADR. Setelah tewas, mayatnya diletakkan terlebih dahulu di kamar rumah tersebut," katanya.
Setelah itu, mayat korban ditinggalkan begitu saja, dan para pelaku kembali mendatanginya sekitar pukul 23.00 WIB.
Para pelaku tersebut berinisiatif membuang mayatnya ke persawahan pinggir sungai di daerah Kringinan, Selomartani, Sleman, dibawa dengan menggunakan sepeda motor.
"Sebelum dibuang, kalung dan cincin yang dikenakan korban diambil, dan dijual dengan harga Rp1,5 juta. Uang tersebut dibagi-bagi para pelaku," katanya.
Para pelaku menutupi mayat korban menggunakan rumput kering, dan kemudian meninggalkannya.
Setelah itu, pada Jumat (12/4), salah satu pelaku yaitu ADR melewati area persawahan tersebut, dan mencium bau busuk. Karena takut ada orang lain mengetahuinya, ADR menghubungi YN dan BG.
"Saat itulah disepakati oleh para pelaku untuk membakar mayat korban. YN kemudian membeli bensin, dan yang lain menunggu di lokasi. Kemudian bensin diguyurkan ke tubuh mayat korban, dan kemudian dibakar oleh ADR," katanya.
Ia mengatakan, setelah membakar mayat korban, para pelaku pada Minggu (21/4) melintas kembali ke lokasi, dan ternyata masih tercium bau busuk menyengat.
"Saat itu kembali disepakati oleh empat pelaku yaitu ADR, TN, BG, dan satu lagi masih belim bisa dipastikan, untuk kembali membakar mayat korban," katanya.
Seperti diberitakan, mayat korban Priya Puspita Restanti ditemukan warga setempat pada Selasa (16/4) sore dalam kondisi terbakar, dan hampir tidak dikenali.
(V001)
Polisi buru pelaku utama pembunuhan siswi SMK
Ilustrasi (Foto centroone.com)
